Ingatkan Jasa Panti Pijat Lengkapi Izin

Kediri, koranmemo.com – Setelah menghentikan operasional jasa panti pijat ‘Classic Spa’, Satpol PP Kota Kediri kembali melakukan pemeriksaan di beberapa panti pijat lainnya. Dalam pemeriksaan ini, petugas tidak hanya memeriksa operasional saja, tapi secara khusus memeriksa izin usaha.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko menjelaskan, setidaknya ada lima lokasi penyedia jasa pijat yang dilakukan pemeriksaan. “Kami coba mendatangi panti pijat di Kecamatan Mojoroto, Kota, dan Pesantren. Dari lima lokasi, dua sudah berizin,” jelasnya, Kamis (9/1) siang.

Namun untuk panti pijat ‘Akeno’, kata Agus, meskipun sudah mempunyai izin tapi sudah habis masa berlakunya. “Kami mencoba mengingatkan pengelola atau pemilik untuk segera mengurus izin. Keterangan pengelola, izin masih dalam proses kepengurusan. Kami akan pantau proses kepengurusan izinnya,” imbuhnya.

Sebelum memeriksa izin, petugas juga memeriksa beberapa ruang yang digunakan untuk terapi pijat. Dalam ruko yang berada di Jalan Kapten Tendean Kecamatan Pesantren Kota Kediri, terdapat empat ruang terapi. Saat personel melakukan pemeriksaan, ternyata tidak ada aktivitas terapi, hanya dua terapis pijat yang sedang beristirahat.

Selanjutnya, petugas memeriksa kartu identitas empat terapis termasuk dua yang sedang beristirahat. Bahkan, personel juga memeriksa sertifikat terapis, ini menjadi salah satu syarat sehingga terapis boleh melakukan memijat. “Sudah lengkap, tapi kembali ke izin usaha, masih dalam proses,” katanya.

Menurut Agus, pemeriksaan usaha jasa panti pijat ini akan terus dilakukan secara bertahap. Tujuannya, untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami mempunyai tim Jaring PAD (JPAD), sementara ini kami fokus ke panti pijat. Tidak menutup kemungkinan kami melakukan pemeriksaan ke tempat hiburan, seperti kafe misalnya,” ujarnya.

Di Kota Kediri, sambungnya, dari hasil pendataan yang dilakukan Satpol PP Kota Kediri, setidaknya ada 8 panti pijat yang tersebar di tiga kecamatan, baik Mojoroto, Kota, maupun Pesantren. Namun, dari 8 penyedia jasa panti pijat ini, hanya 3 yang sudah mengantongi izin usaha. “Ada tiga ya, tapi untuk Akeno sudah mati izinnya,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date