Infaq dan Sedekah Bisa Non tunai

Kediri, koranmemo.com – Masyarakat dan jemaah Masjid Agung Kota Kediri yang ingin memberikan infaq ataupun bersedekah di masjid bisa semakin mudah. Karena, pengurus Masjid Agung Kota Kediri bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kediri, menambah fasilitas dengan mengoperasikan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) untuk bersedekah secara non tunai di Masjid Agung Kota Kediri, Selasa (19/11) siang.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Uang Rupiah dan Layanan Administrasi KPw BI Kediri, Nasrullah menjelaskan, sosialisasi dan pengarahan penggunaan QR Code di Masjid Agung Kota Kediri ini sebagai tindak lanjut QRIS pada Agustus lalu. “Kami bersama teman-teman perbankan mencoba untuk menerapkan program elektronifikasi di rumah ibadah,” jelasnya.

Nasrullah mengatakan, sebelumnya BI sudah mulai langkah ini salah satunya memecahkan Rekor Muri di Jawa Timur (Jatim), dengan memberlakukan QR Code di 1.000 rumah ibadah. Untuk di wilayah kerja KPw BI Kediri, pemberlakuan QR Code tidak hanya di masjid saja, tapi juga di Gereja dan Wihara sehingga transaksi di rumah ibadah lebih praktis, efisien, aman, dan transparan.

Dengan memanfaatkan QRIS sebagai kanal pembayaran non tunai untuk transaksi sosial, seperti Zakat, Infak, Sodaqoh (ZIS) serta donasi lainnya, diharapkan para jemaah merasa lebih nyaman dan tidak ragu untuk menyumbangkan sebagian rezekinya. “Ini juga menjadi upaya rumah ibadah untuk mengikuti perkembangan zaman, terlebih lagi digitalisasi transaksi keuangan,” tuturnya.

Penggunaan QRIS untuk pembayaran donasi sosial juga sangat menguntungkan, pihak penyelenggara dalam hal ini masjid atau lembaga sosial tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR) karena termasuk kategori donasi dengan MDR 0 persen.

Menurut Nasrullah, proses untuk menghimpun sedekah dari jemaah bisa semakin mudah dan cepat. Caranya, masyarakat cukup melakukan scan QR Code yang tertera di masjid melalui gawai yang sudah terhubung dengan aplikasi dompet digital. “Terlebih lagi bagi para jamaah kaum millennial ya. Harapannya, tahun 2020 nanti semua sudah menggunakan QRIS, tapi ini bukan kewajiba,” imbuhnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Agung Kota Kediri juga berupaya mengelola sebaik mungkin dana yang diperoleh, mulai sedekah, infaq, dan sumbangan dana lainnya seperti sumbangan dari masyarakat melalui parkir. “Semoga adanya peresmian QR Code Donasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi para jamaah yang ingin mendonasikan sebagian rezekinya,” tutur Syamsir, Ketua Takmir Masjid Agung Kota Kediri.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date