India Siap Balas China Menyusul Penumpukan Pasukan China di Perbatasan

Share this :

New Delhi, koranmemo.com – India siap untuk membalas China dan tahu cara yang tepat untuk melawan China. Menyusul penumpukan pasukan China di perbatasan Himalaya yang memisahkan India dan China.

“India tahu bagaimana cara membalas (China) dan akan memberikan respon yang sesuai bagi mereka yang berani mengawasi wilayah India di Ladakh. India tahu bagaimana menjaga persahabatan, tetapi juga bisa memberikan perlawanan yang setimpal,” kata Perdana Menteri India, Narendra Modi dikutip dari Arab News, Senin (29/6).

Seiring dengan pernyataan Modi, India juga telah mengerahkan sistem pertahanan rudal canggihnya sebagai bentuk reaksi cepat atas ketegangan di perbatasan. Sistem pertahanan udara ini dikerahkan untuk menangani jet tempur China atau berbagai hal yang mengancam India.

“Kondisi saat ini jelas telah menunjukkan perubahan status quo dari bulan April. Ditandai dengan bertambahnya pasukan China di wilayah yang sebelumnya tidak mereka miliki,” kata Manoj Kewalramani dari lembaga think tank yang berbasis di Bangalore, Takshashila Institution.

“Selain itu, juga terlihat jelas adanya peningkatan militer di kedua belah pihak, meskipun pembicaraan masih terus berlanjut. Ini situasi yang menegangkan dan tampaknya akan menjadi masalah yang berlarut-larut,” tambahnya.

Sebelumnya, ketegangan meningkat pada awal Mei ketika pasukan India menuduh militer China menghalangi patroli mereka di sepanjang perbatasan Ladakh dan Sikkim. Sementara China menyalahkan India karena telah membangun jalan di wilayah yang diklaim oleh China.

Kondisi itu terus memanas hingga terjadi kontak senjata antara pasukan militer China dan India di perbatasan pada 15 Juni lalu. Sebanyak 20 tentara India meninggal dunia akibat insiden tersebut, sedangkan dari sisi China, mereka hanya menyatakan juga mengalami korban jiwa tanpa mengatakan berapa jumlahnya.

Akibat insiden ini, terjadi pergolakan yang sangat hebat di tengah masyarakat India dan menyerukan boikot pada barang-barang dari China di India. Secara ekonomi, India dan China sebelumnya merupakan dua negara yang memiliki kedekatan dalam hubungan ekonomi.

Investasi China di India bahkan mencapai 5,5 miliar dolar AS hingga tahun lalu. Ekspor China ke India juga mencapai 57,86 miliar dolar AS pada 2019 dan menguasai 75 persen dari pangsa pasar ponsel pintar India.

Maka dari itu, aksi boikot produk China merupakan tindakan yang cukup efektif dalam memberikan balasan kepada China. Namun, para ahli ekonomi India sendiri berpikir hubungan yang telah dijalin selama puluhan tahun itu tidak akan bisa digagalkan begitu saja.

Menurut Manoj Kewalramani, sebaiknya India mengevaluasi ulang hubungan ekonomi dengan China daripada hanya memberikan reaksi spontan seperti itu. Hubungan bilateral China dan India saat ini juga telah membutuhkan aturan yang baru.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya