Imunisasi MMR. Bupati Tegaskan Tidak Ada Efek Berbahaya

Trenggalek, koranmemo.com – Kini anak usia 9 tahun hingga 15 tahun di Kabupaten Trenggalek mulai mendapatkan imunisasi MMR (Mumps Measles Rubella). Dengan vaksinasi ini diharapkan generasi muda kedepan dapat kebal terhadap penyakit Measles dan Rubella (MR).

Vaksinasi ini diinisiasi pemerintah pusat sebagai gerakan nasional yang telah dicanangan Presiden Jokowi Widodo di Sleman Yogyakarta, 1 Agustus lalu.

Untuk di Trengalek sendiri gerakan imunisasi ini dicanangkan Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, bertempat di SDN 2 Surondakan, Senin (7/8).

Pencanangan ini menandai dimulainya gerakan Kampanye imunisasi MMR di Trenggalek. Hadir dalam pencanangan ini, Bupati Emil Dardak, Ketua PKK Arumi Bachcin, Forkopimda beserta istri, Sekda Ali Mustofa dan beberapa OPD terkait.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, dr Sugito Teguh imunisasi MMR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi Rubella pada saat kehamilan.

“Vaksinasi ini merupakan suatu upaya pemerintah untuk menjaga generasi muda bangsa dapat sehat, terbebas dari campak dan rubela, sehingga mereka dapat tumbuh kembang dengan baik dan bisa bersaing dengan dengan bangsa lain,”ucapnya.

Dr Sugito Teguh melanjutkan vaksin MMR yang dirumorkan bisa menyebabkan anak menjadi autisme, vaksin MMR adalah vaksin yang diberikan dengan tujuan agar tubuh terlindung dari penyakit gondong, campak, dan rubella.

“Umumnya vaksin MMR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping ringan yang mungkin dirasakan adalah kemerahan di bagian tubuh yang disuntik atau mengalami demam sebentar,” imbuhnya.

Pada dasarnya, masih keterangan dr Sugito Teguh, vaksin MMR tergolong gabungan vaksin yang cukup efektif dan aman dalam melawan gondong, campak, dan rubella sekaligus. Vaksin ini diberikan hanya dalam dua kali sesi penyuntikkan untuk dosis penuh.

“Suntikan ini mengandung virus dari ketiga penyakit tersebut yang sudah dilemahkan terlebih dahulu,”tandasnya.

Vaksin disuntikan pada bagian otot lengan atas atau paha. Vaksin MMR diberikan pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun.

“Pemberian vaksin MMR ini akan memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi, yang nantinya akan siap melawan virus rubella, campak, dan gondong,” pungkasnya.

Menurut Bupati Emil Dardak, imunisasi ini sangat penting untuk terhindar dari campak dan rubela yang bisa mengakibatkan cacat bawaan.

Mengingat pentingnya imunisasi ini, Bupati Trenggalek mengharap dukungan dari semua pihak untuk suksesnya imunisasi MMR ini. Tidak lupa juga Waketum Apkasi ini meminta semua pihak untuk ikut mengkampanyekan gerakan ini, bawasanya imunisasi ini penting dan tidak membahayakan. “Secara medis justru ini sebagai perlawanan atas penyakit itu,”tutupnya.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor     : Hamzah Abdillah

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.