Kantor Imigrasi Kediri Deportasi 2 WNA Malaysia

Kediri, koranmemo.com – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri dalam dua bulan terakhir memulangkan dua warga negara asing (WNA) asal Malaysia. Dua WNA ini berada di dua kabupaten yang berbeda, yakni Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI) melalui Direktorat Jenderal Imigrasi telah menerapkan kebijakan keimigrasian pembatasan lalu lintas orang melalui pintu-pintu pemeriksaan imigrasi. Ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Republik Indonesia.

Dalam peraturan tersebut, pelarangan ini tidak berlaku untuk orang asing pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP) dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), pemegang visa diplomatik dan visa dinas, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, tenaga bantuan dan dukungan medis, pangan dan alasan kemanusiaan, awak alat angkut, serta orang asing yang akan bekerja pada proyek strategis nasional.

Sementara itu, kebijakan terkait orang asing yang berada di wilayah Indonesia dan tidak dimungkinkan kembali ke negara asalnya karena ketidaktersediaan sarana angkut secara otomatis akan memperoleh izin tinggal keadaan terpaksa.

Selanjutnya, orang asing tersebut dapat melakukan perpanjangan izin tinggal atau mengajukan visa baru tanpa harus meninggalkan wilayah Indonesia paling lambat 20 September 2020 nanti.

Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Erdiansyah menjelaskan, untuk dua WNA asal Malaysia ini mengenai izin tinggal sudah melebihi batas.

“Sesuai yang disampaikan, kalau dua WNA ini overstay atau melebihi batas waktu tinggal. Tapi, dalam kasusnya, mereka tidak melaporkan kepada Kantor Imigrasi Kediri sehingga keduanya dipulangkan,” jelasnya, Kamis (10/9).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua WNA ini selain melebihi izin tinggal selama enam bulan, mereka juga tidak mampu membayar. Masing-masing WNA dipulangkan dengan waktu yang berbeda, pertama pada Juli dan kedua pada Agustus.

Menurut Erdiansyah, antisipasi adanya hal serupa, pihaknya melakukan koordinasi dengan masyarakat maupun pihak yang menjadi lokasi tinggal WNA.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Bapaslon Bupati Blitar Siap Taati Protokol Kesehatan 

Baca Juga: Pansus II DPRD Trenggalek Lakukan Finalisasi Raperda 

“Kalau koordinasi terus dilakukan. Mengenai pelanggaran lain yang dilakukan oleh WNA, sementara ini tidak ada. Alhamdulillah, di wilayah kerja KANIM Kediri cukup kondusif,” tuturnya.

Perlu diketahui, dari data yang dihimpun ada empat daerah yang menjadi wilayah kerja Kantor Imigrasi Kediri yaitu Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Nganjuk, serta Kabupaten Jombang. Di keempat daerah ini ada 486 WNA, sebagian dari WNA untuk izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap yang didominasi mahasiswa dan santri.

Reporter: Okpriabdhu Mahtinu

Editor: Della Cahaya