Imbauan Bupati Pasuruan Jelang Hari Raya Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19

Share this :

Pasuruan, koranmemo.com – Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Pasuruan untuk meniadakan beberapa kegiatan dalam perayaan Idul Fitri 1441 H diantaranya halal bihalal, silaturrahmi, mada-mada, reuni atau kegiatan lain yang berkaitan dengan perayaan Idul Fitri 1441 H.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Pasuruan Nomor 451/120/424.011/2020 tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H/2020 M pada masa Pandemi Covid-19.

Terdapat 6 poin penting kesepakatan antara Pemkab Pasuruan, para alim ulama, Forpimda (Forum Pimpinan Daerah), Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, Ketua PCNU Bangil, Ketua DMI Kabupaten Pasuruan dan Ketua MUI Kabupaten Pasuruan, melalui video conference (vidcon) di Command Center, Rabu (20/05/2020).

Enam poin tersebut salah satunya imbauan untuk meniadakan halal bihalal di Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini tertuang di poin keempat, yakni plaksanaan Halal Bihalal, silaturrahmi, mada-mada, reuni dan kegiatan lain yang berkaitan dengan Perayaan Idul Fitri dihimbau untuk ditiadakan.

Bupati menegaskan untuk kegiatan halal bihalal/mada-mada/anjang sana yang harus ditiadakan, terlebih dengan mendatangkan orang dari lintas daerah, juga tidak diharapkan.

“Contohnya yang biasa dilakukan seperti mada-mada warga yang dari rumah kemudian menjemput warga yang lain hingga berkumpul banyak orang. Itu yang harus dihindari. Juga kalau silaturrahmi lintas daerah, saya imbau ditiadakan. Semuanya ini demi kebaikan kita bersama demi Menghindari cepatnya penyebaran Covid-19 di sekitar tempat tinggal kita sendiri,” kata Irsyad.

Selain dengan meniadakan silaturrahmi pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini, Irsyad juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar Open House. Yakni dengan mengundang banyak orang dan bertemu di suatu tempat untuk berkumpul.

“Mengingat yang hingga saat ini Covid-19 belum ada obat atau vaksinnya, maka Saya imbau untuk tidak menggelar open house, Mari Kita jaga keluarga kita masing-masing demi dapat mencegah penularan virus ini ” tegasnya.

Berikut 6 poin penting yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat:

Pertama, agar Tetap memenuhi ketentuan Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 seperti menjaga jarak (Physical Distancing), cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker, membawa tas sandal untuk menyimpan alas kaki, berwudhu dirumah masing-masing dan membawa alas Sholat / Sajadah sendiri.

Kedua, agar menghindari Konsentrasi (kerumunan masa) yang terlalu banyak. Pelaksanaan Sholad Idul Fitri di suatu kawasan dapat dipecah di beberapa tempat (Masjid dan Mushollah) dan diharapkan ada koordinasi yang baik diantara pihak pengurus Takmir Masjid/Mushollah dengan Pejabat setempat, seperti kepala Desa / Kepala Kelurahan / Ketua RW / Ketua RT untuk mengatur pelaksanaannya.

Ketiga, berkaitan dengan pelaksanaan tradisi Hari Raya Idul Fitri seperti Takbiran, Silaturrahmi, dan Ziarah Kubur dihimbau agar tetap memperhatikan ketentuan Protokol Kesehatan Pencegahan penyebaran Covid – 19 (Physical Distancing), rajin cuci tangan pakai sabun dan menggunakan masker.

Keempat, pelaksanaan Halal Bihalal, silaturrahmi, mada-mada, reuni dan kegiatan lain yang berkaitan dengan Perayaan Idul Fitri dihimbau untuk ditiadakan.

Kelima, dilarang membuat, menjual, menyimpan dan membunyikan petasan / mercon dan sejenisnya demi menjaga keselamatan, keamanan, ketertiban, serta ketentraman masyarakat.

Keenam, kepada Takmir Masjid dan atau penyelenggara Sholat Idul Fitri agar sejak awal melakukan persyaratan-persyaratan / wajib dilakukan yang antara lain:

a. Penyelenggara wajib melakukan penyemprotan di dalam dan di luar masjid sebelum pelaksanaan dan sesudah sholad idul fitri.

b. Disarankan untuk tidak menggunakan karpet

c. Menandai Pyhsical Distancing (menjaga jarak antar Jamaah)

d. Menyiapkan petugas untuk pemeriksaan suhu badan dengan thermogun atau sejenisnya di setiap pintu-pintu masjid/mushollah, jika ditemukan ada jamaah yang suhu badannya 38º C atau lebih diharapkan ke tempat pelayanan kesehatan.

Reporter Lalang Safurdiantoni
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date