Imbau ASN dan UMKM Gunakan Bright Gas

Kediri, koranmemo.com –  Sebagai bagian dari gerakan sadar subsidi, Pertamina terus menghimbau jajaran ASN (aparatur sipil negara) untuk mulai menggunakan produk LPG non subsidi yaitu Bright Gas dengan isi 5,5 kilogram agar meringankan beban subsidi energi pemeritah.

Ageng Giriyono, General Manager Pertamina MOR (Manager Operational Region) V menyampaikan, Pertamina sebagai perusahaan BUMN selalu mendukung program pemerintah dalam mengurangi subsidi di sektor energi, khususnya subsidi bahan bakar rumah tangga. “Harapan kami terjadi peningkatan daya beli masyarakat karena lebih terjangkau,” ungkap Ageng.

Ageng menambahkan, pihak Pertamina tidak bisa bekerja sendiri untuk menyosialisasikan kepada masyarakat nagaimana LPG yang non subsidi ini bisa dipakai untuk masyarakat secara tepat sasaran. “Melalui Bupati Kediri beserta seluruh perangkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), camat, dan lurah karena mereka dianggap mampu membeli yang non subsidi dan menjadi panutan masyarakat untuk mulai menggunakan LPG non subsidi” kata Ageng.

Pertamina sendiri tidak punya rencana apapun terkait dengan LPG 3 kilogram, mau turun atau tidak karena itu ranah pemerintah. “Justru disinilah kami selaku BUMN (Badan Usaha Milik Negara) mempersiapkan diri apabila distribusi itu benar-benar terjadi yang mungkin ada beberapa masyarakat yang masih menggunakan yang 3 kilogram. Untuk dihimbau secara bertahap untuk tidak menggunakannya dan mengganti dengan yang non subsidi,” papar Ageng.

Hal itu pula yang dilakukan dr Hj Haryanti Sutrisno, Bupati Kediri saat mengajak jajaran ASN di Kabupaten Kediri untuk bersama-sama memakai LPG non subsidi, “Teman-teman ASN kan digolongkan warga yang mampu, itu dapat dilihat dari gaji serta tunjangan, maka bukan termasuk warga miskin. Jadi hari ini kita semua berkomitmen untuk tidak menggunakan LPG subsidi karena hak warga miskin, beralihnya ke LPG non subsidi yaitu Bright Gas 5,5 kilogram,” ujar Haryanti, usai kegiatan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi di Pendopo Alun-alun Kediri.

Penggunaan LPG non subsidi ini bukan peraturan baru. Dari awal pengenalan LPG dibagi tabung beserta kompor secara gratis, namun ternyata semua warga bahkan yang bukan golongan miskin ikut membeli dan memakai karena harga tabung yang 12 kilogram semakin bertambah mahal. Karena itu Pertamina mengeluarkan Bright Gas yang berukuran 5,5 kilogram dan harga lebih terjangkau sekitar Rp 57 ribu.

Untuk diketahui, target hari ini mengumpulkan sekitar 200 SKPD, jika berhasil akan ada 200 tabung mulai berjalan setiap bulannya. Selain ini memang tabung yang 5,5 kilogram sudah berjalan di Kediri sudah 5000 tabung sudah terpasarkan. Akhir tahun harapannya 8000 tabung sudah tersebar di Kediri. (dha)

Follow Untuk Berita Up to Date