Imam Nahrawi Pamit dari Kemenpora

Share this :

Jakarta, koranmemo.com РImam Nahrawi resmi berpamitan dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang disampaikan langsung di depan Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9). Penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap dana hibah KONI menjadi alasannya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Nahrawi melakukan konferensi pers pertama setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Rabu (18/9). Saat menjabat sebagai Menpora, Ia diduga telah menerima suap sebanyak Rp 26,5 miliar dalam fee dana hibah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Di hadapan awak media, Nahrawi menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden, Wakil Presiden, serta partai dan organisasi dia bernaung, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa, dan Nahdlatul Ulama (NU). Dia berjanji akan menjalani dugaan korupsi itu sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Sejak sore hari ini saya pamit dari Kemenpora. Dengan harapan, saya harus fokus tuduhan dugaan KPK dan saya harus mengikuti proses hukum yang ada dengan sebaik mungkin. Dan terus mendorong prinsip praduga tak bersalah,” katanya.

Nahrawi menegaskan, tuduhan KPK terhadap dirinya adalah salah. “Kita menunggu sebaik – baiknya nanti alat – alat bukti yang dimiliki oleh KPK tanpa memberikan wacana terlebih dahulu. Karena saya tidak seperti yang dituduhkan oleh mereka. Sekali lagi saya ingin fokus menghadapi itu, sekaligus mohon doa kepada semuanya, keluarga, guru – guru saya, kiai – kiai saya, semoga saya bisa menghadapi proses hukum ini dengan wajar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nahrawi juga berpesan kepada seluruh pegawai di Kemenpora untuk terus bekerja dengan baik sambil menunggu pengganti Nahrawi nantinya. Selain itu, para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan seluruh stakeholder diminta terus menunjukkan prestasi Indonesia ke dunia.

“Para pemuda juga jangan pernah patah arang. Dalam keadaan apapun harus tetap optimis, dan laksanakan dihadapan kita dengan tulus ikhlas. Dan terakhir, sejak sore hari ini saya pamit dari Kemenpora saya sudah menyelesaikan tugas disini dan setelah ini saya akan menghadapi tugas baru, doakan saya kuat menghadapi ini,” tutur Nahrawi.

Sebelum memberikan konferensi pers, Nahrawi telah memberikan surat pengunduran diri jabatannya kepada Joko Widodo Presiden Republik Indonesia, Kamis (19/9). Namun, siapa pengisi jabatan Menpora setelah Nahrawi sampai saat ini belum diketahui.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyaluran dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia melalui Kemenpora tahun anggaran 2018.

“Dalam penyidikan tersebut ditetapkan dua tersangka, yaitu IMR, Menteri Pemuda dan Olahraga dan MIU, Asisten Pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung KPK, Rabu (18/9).

Alex menuturkan, Imam diduga telah menerima suap sebanyak Rp 14.700.000.000 melalui Miftahul selama rentang waktu 2014-2018. Selain itu, dalam rentang waktu 2016-2018 Imam juga diduga meminta uang senilai Rp 11.800.000.000.

“Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26.500.000.000 tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018,” ujar Alex.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu