Ilmuan Temukan Cara untuk Mendengar Suara Mumi Berusia 3000 Tahun

Share this :

London, koranmemo.com – Mumi seorang pemuka agama berumur 3000 tahun yang berada di museum Leeds, berhasil direkonstruksi suaranya oleh sejumlah ilmuwan. Penelitian yang dilakukan oleh Akademisi di Royal Holloway, Universitas London, Universitas York dan Museum Leeds, diterbitkan dalam jurnal sains pada hari Jumat (24/1).

Mumi ini bernama Nesyamun, dia adalah seorang pemuka agama yang diperkirakan hidup pada masa pemerintahan Firaun Ramses XI, antara tahun 1099 dan 1069 sebelum masehi. Dia merupakan seorang pendeta di Kuil Amun pada Kompleks Karnak yang ada di Thebes, saat ini lokasi itu adalah Luxor di Mesir.

Nesyamun adalah seorang pendeta waab, yang berarti dia telah mencapai tingkat pemurnian tertentu dan diizinkan untuk mendekati patung Amun, tempat yang paling suci dari kuil. Penelitian mengungkapkan, Nesyamun menderita penyakit gusi dan gigi yang rusak parah. Dia diperkirakan telah meninggal pada usia 50-an, mungkin setelah reaksi alergi parah.

Hasil dari penelitian ilmuan, Nesyamun memiliki suara yang mirip dengan domba. Padahal seharusnya sebagai seorang pemuka agama dirinya membutuhkan suara yang kuat untuk tugas ritualnya yang melibatkan kegiatan seperti bernyanyi.

Rekonstruksi suara Nesyamun dilakukan dengan membuat kotak suara tiga dimensi yang menduplikasi saluran vokal Nesyamun. Kemajuan teknologi dibidang medis terutama dengan adanya alat CT scan, membantu para ilmuan dalam mengetahui bentuk dan ukuran saluran vokal Nesyamun secara pasti.

Ilmuan yang melakukan penelitian ini mengatakan, saluran vokal manusia adalah bagian dimana suara disaring. Suara itu dihasilkan di laring, organ yang dikenal sebagai kotak suara. Namun suara yang dikeluarkan manusia, baru bisa kita dengar ketika telah melewati saluran vokal. Nesyamun dipilih karena tubuhnya masih terpelihara dengan baik, jaringan lunak saluran vokalnya juga masih utuh.

Penelitian ini diyakini sebagai penelitian pertama pada bidangnya yang berhasil menciptakan kembali suara orang mati melalui cara buatan. Selanjutnya, peneliti berharap dapat mengembangkan lagi penelitian ini melalui model komputer untuk menciptakan kalimat lengkap dalam suara Nesyamun. Kalimat itu nantinya akan seperti yang tertulis di kuil yang ada di Karnak.

“Temuan ini telah memberikan kita kesempatan untuk mendengar suara seseorang yang sudah lama meninggal,” ujar seorang professor arkeologi di Universitas New Yok, Joann Fletcher dikutip dari BBC.

Fletcher juga mengatakan, harapan Nesyamun yang tertulis di peti matinya kini menjadi kenyataan. Di sana tertulis harapan Nesyamun yang merupakan bagian dari sistem kepercayaannya, agar dirinya dapat didengar setelah kematiannya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya