Identitas Mayat Misterius Belum Terungkap

Nganjuk, Koran Memo – Hingga saat ini pihak kepolisian masih belum mengungkap identitas mayat yang ditemukan di lahan tebu dusun Sambijajar desa Drenges Kecamatan Kertosono beberapa hari yang lalu. Mayat ditemukan hanya tinggal tulang belulang tersebut akhirnya di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya oleh tim laboratorium forensic (labfor) Polda Jatim.

Hasil pemeriksaan sementara tim labfor menemukan adanya bekas resapan darah di bagian tempurung kepala. Selain itu, juga ditemukan tambalan pada gigi geraham kedua pada sisi kanan, patah tulang tertutup pelipis tulang pipi sebelah kiri, tulang kepala bagian belakang kiri dan juga ditemukan kain hitam menyerupai jilbab terjerat di leher korban.

Informasi yang dihimpun Koran Memo dari pihak kepolisian, korban diduga berjenis kelamin wanita, berusia antara 15 hingga 21 tahun, dengan tinggi badan diperkirakan kurang lebih 163 centimeter. Selain itu juga terdapat luka diduga akibat benturan benda keras di bagian kepala dan dada.

“Dilihat dari struktur tulang muka, sangat dimungkinkan korban berparas cantik dan hidung mancung, rambut pendek dan sepertinya baru saja dipotong pendek,” ujar Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Hendra Krisnawan, Selasa (15/9).

Diberitakan sebelumnya, sosok mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan tanpa identitas ditemukan di areal tanaman tebu milik Edi Asnawi (45) warga dusun Ngebrukan desa Drenges kecamatan Kertosono yang berada di dusun Sambijajar desa setempat, Selasa (8/9) sekitar pukul 09.30.WiB.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh Joko Purnomo (37) warga setempat bersama ketiga temannya saat hendak menebang tebu. Waktu itu, Joko sedang membersihkan daun tebu kering sebelum ditebang. Tiba-tiba sabitnya mengenai sesuatu. “Saat daun tebu kering saya sibakkan, saya melihat seperti ada tangan manusia yang tertanam,” kata Joko.

Penasaran dengan apa yang dilihatnya, lantas dia sibakkan lagi daun tebu itu. Saat daun tersibak semua, dia melihat tengkorak kepala manusia yang tinggal rambut dan gigi. “Saya langsung lari dan melapor kepada kamituwo Subadi, lalu beliau lapor ke Polsek Kertosono,” imbuh Joko.

Mendapat laporan, petugas Polsek Kertosono langsung datang ke lokasi kejadian sesuai yang ditunjukkan Joko. Selanjutnya, petugas memasang garis polisi dan menghubungi tim identifikasi Polres Nganjuk. Tak lama berselang, tim inafis datang dan langsung melakukan evakuasi mayat menuju Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

Kapolsek Kertosono, AKP Bambang Sutikno mengatakan, mayat dalam kondisi telanjang tinggal tulang belulang ini diduga seorang perempuan dengan rambut sebahu. Panjang mayat sekitar 163 centimeter dan pada lehernya terjerat sebuah kain. Mayat tertanam dalam tanah sedalam 30 centimeter. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas mayat,” terang AKP Bambang.

Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah mayat ini adalah korban pembunuhan. Polisi menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarganya dapat melapor ke Polsek terdekat atau ke Polres Nganjuk. “Korban meninggal diperkirakan antara dua minggu sampai dengan dua bulan yang lalu,” jelas mantan Kasubbag Humas Polres Nganjuk ini. (jie)

Follow Untuk Berita Up to Date