Ibu Muda Jual Bayi Via Medsos, Keluarga Berharap Tidak Ditahan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Meski telah melaporkan putrinya sendiri Intan Ratna Sari (20) warga Desa Wonoasri Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri karena telah menjual anaknya sendiri, pihak keluarga tetap mengharapkan keringanan dari pihak Kepolisian. Karena, selain bayi yang dijual itu ibu muda tersebut juga memiliki 1 anak lagi yang baru berusia 2,5 tahun. Pihak keluarga menginginkan agar kedua putra yang masih balita tersebut mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya langsung.

Miswanto ayah Intan Ratna sekaligus yang melaporkan anaknya ke Polisi masih duduk termenung di dalam rumahnya. Sedangkan, Mursini istrinya tampak setia menggendong bayi yang belum genap berusia satu bulan sambil memberikan susu botol agar tidak menangis lantaran tidak bersama ibunya.

Di depan televisi rumah, Abdul Bahar suami Intan tampak menghibur putra pertama dari pernikahan mereka berdua 3 tahun silam.

Selain mereka bertiga, rumah sederhana itu juga tinggal adik intan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan juga ibu dari Mursini. Meski tampak masih bingung, Miswanto tetap tegar menjawab semua pertanyaan dari sejumlah media yang menanyakan soal putrinya tersebut.

Miswanto yang setiap hari jualan bakso keliling dan praktik pijat itu mengatakan bersyukur karena cucu keduanya sudah kembali ke rumah. Dengan penghasilan yang tidak menentu, Miswanto tetap yakin bisa menghidupi kedua cucunya dan semua keluarga. “Sekarang saya bersyukur karena cucu saya sudah pulang ke rumah. Soal merawat saya yakin bisa merawat cucu saya ini,” ujarnya

Miswanto mengaku tidak tahu sama sekali tentang rencana Intan untuk pergi bekerja ke Kalimantan. Karena, setelah lulus SMP putri pertamanya itu sempat ikut pamannya yang berada di Kalimantan namun tidak sampai tiga bulan sudah pulang ke Kediri dengan alasan tidak kerasan.

“Adik saya memang di Kalimantan buka salon kecantikan, dia diajak kesana untuk sekalian melanjutkan sekolah tapi sekitar 3 bulan sudah pulang lagi katanya tidak kerasan disana,” ujarnya

Mursini mengatakan, putrinya itu waktu sekolah memang sering membolos namun ketika di rumah putrinya itu cukup baik. Bahkan, ketika berada di rumah putrinya itu tidak pernah berbuat aneh-aneh maupun pergi ke rumah tanpa pamit. “Kalau di rumah itu diam saja tidak pernah pulang malam maupun pergi tanpa pamit. Sebenarnya putri saya ini baik orangnya,” ujarnya.

Sementara, Abdul Bahar mengatakan, istrinya sebelumnya ikut bersama dirinya di Jakarta. Namun, setelah diketahui hamil anak yang kedua istrinya itupun pulang ke rumah orangtuanya sendiri di Desa Wonoasri agar mendapatkan penjagaan dan perawatan yang maksimal.

Sedangkan untuk rencana dari istrinya yang ingin bekerja di Kalimantan itu baru dia ketahui setelah istrinya melahirkan. “Sebelumnya tidak pernah cerita apa-apa semua baik-baik saja. Selama dia di Kediri dan saya di Jakarta setiap satu minggu atau dua minggu sekali itu saya kirimi uang kadang Rp 200 ribu kadang juga Rp 500 ribu,” katanya.

Baik Abdul Bahar, Miswanto dan Mursini sangat berharap Intan mendapatkan keringanan agar bisa bersama-sama lagi merawat bersama kedua putrinya dirumah. “Kalau bisa jangan ditahan karea kasihan anak-anak ini masih kecil. Semoga ada keringanan,” harap mereka.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi didampingi pejabat utama mendatangi bayi yang menjadi korban adopsi illegal yang kini kasusnya ditangani Polresta Kediri, Rabu (18/10). Dalam kunjungannya itu Kapolres sempat memberikan bingkisan untuk membantu kehidupan bayi tersebut. Sementara, Kapolres juga mempersilahkan pihak keluarga jika pihak keluarga meminta untuk penangguhan penahanan Intan Ratna Sari. “Silahkan penangguhan itu bisa diajukan, tapi yang jelas kita masih dalami terkait dengan kasus yang terjadi ini,” ujarnya.

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.