Ibu Muda Diduga Bunuh Bayi Usai Dilahirkan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Warga seputar Jalan Monginsidi Kelurahan Payaman Kecamatan/Kabupaten Nganjuk mendadak gempar. Ini setelah banyak polisi berpakaian dinas dan preman lalu lalang di sekitar rumah salah satu warga.

Masyarakat sekitar tidak menduga jika polisi ini melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari mayat bayi perempuan yang dilahirkan dari rahim Sumiatun (27) warga RT 02/RW 03 lingkungan setempat, Minggu (4/8/2019) siang.

Diduga kuat, bayi perempuan berat 2870 gram, panjang 53 centimeter, lingkar kepala 23 centimeter, lingkar dada 32 centimeter dalam kondisi sudah meninggal dunia ini dibunuh sang ibu setelah dilahirkan.

“Dari hasil visum, sementara diketahui terdapat bekas lilitan tali dari kain di leher bayi, yang menyebabkan meninggal dunia,” ujar AKP Moh. Sudarman Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Senin (5/8/2019) saat dikonfirmasi.

Sudarman menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal saat Rumna Yuliati (34) bidan jaga RSUD Nganjuk bersama petugas rumah sakit lainnya melaksanakan tugas jaga di UGD RSUD Nganjuk, Minggu (4/8) sekitar pukul 09.30 WIB.

Tak lama kemudian, datang mobil ambulan Al Hasani milik PT. Tunas Jaya Raya Abadi membawa seorang perempuan (terlapor) bersama dengan suaminya. “Saat masuk ruang UGD, perempuan tadi mengaku habis keguguran kehamilan 5 bulan pada sekitar pukul 02.30 WIB,” urainya.

Selanjutnya petugas rumah sakit melakukan tindakan pelayanan medis pada pasien (terlapor, red). Dikarenakan terlapor mengaku keguguran, Bidan Rumma meminta suami terlapor untuk mengambil ari-ari (plasenta).

“Sesaat kemudian adik ipar terlapor datang ke UGD RSUD Nganjuk sambil membawa ari-ari besar dengan berat 500 gram, tali pusar putus. Sedangkan bayinya tidak ada,” jelas Sudarman.

Petugas pun akhirnya melakukan tindakan medis tehadap terlapor  akibat pendarahan banyak, tensi turun dan dalam keadaan syok atau anemis.

“Dikarenakan ada kejanggalan, petugas medis akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Nganjuk Kota. Polisi yang datang ke UGD RSUD Nganjuk segera melakukan interogasi kepada para saksi dan ibu bayi,” imbuhnya.

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Nganjuk Kota melakukan olah TKP di rumah terlapor dan ditemukan barang bukti berupa pakaian-pakaian terlapor yang berlumuran darah ditanam di pekarangan belakang rumah.

“Anggota reskrim juga menemukan mayat bayi dalam tas yang ditaruh di pojok dekat kaki ranjang dan lemari plastik dan ditutupi pakaian. Lalu mayat bayi beserta ari-arinya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk divisum,” jelasnya.

Dijelaskan, meski laporannya di Polsek Nganjuk Kota, namun kasus ini dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Nganjuk.

“Penyidik sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk suami dari terlapor. Sedangkan untuk pihak rumah sakit diagendakan hari Rabu. Sementara ibu bayi belum bisa memberi keterangan,” ungkapnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu