Ibu-ibu di Nganjuk Ini Tiba-tiba Berlari dari Sungai Dalam Keadaan Telanjang, Ada Apa?

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Keheningan warga RT 07/RW 02 Lingkungan Weru Kelurahan Werungotok Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Senin (1/6) sekitar pukul 13.30 WIB kemarin, mendadak heboh.

Ini setelah beberapa warga mendengar dan melihat, D (25) istri Min (37) warga setempat, telanjang sambil menjerit histeris berlari dari arah barat atau aliran anak sungai.

Tak berapa lama, Min yang kala itu sedang tidur diberitahu warga, akhirnya dia menuju anak sungai tersebut. Dia mendapati bayi laki-lakinya yang baru berusia 17 hari sudah mengambang tak bernyawa di sungai dekat jembatan.

“Ayah bayi mencoba memberikan pertolongan pertama dengan memberikan nafas buatan, namun bayi tidak tertolong dan meninggal dunia. Kejadian ini akhirnya oleh ketua RT dilaporkan ke Polsek Nganjuk Kota,” ujar Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk.

Rony menjelaskan, saat ibu bayi berlari sambil teriak histeris tersebut diketahui oleh dua orang tetangganya, yakni Wahyudi (35) dan Hariyanti (30). “Korban ditemukan di sungai yang berada di selatan rumah yang berjarak 30 meter dari rumah korban,” imbuhnya.

Sedangkan barang bukti yang diamankan, pakaian bayi warna putih kombinasi bergambar, popok kain bayi warna putih kombinasi bergambar, bantal bayi warna biru, dan perlak alas tidur bayi warna biru.

“Dugaan sementara, bayi dibuang oleh ibunya yang diduga mengalami depresi dan gangguan kejiwaan. Saat ini petugas Unit Reskrim Polsek Nganjuk Kota masih meminta keterangan dari sejumlah saksi,” pungkas Rony.

Sementara itu, salah satu warga setempat mengaku sempat bertemu ibu bayi. Ketika ditanya, ibu korban mengaku baru saja dari sungai untuk membuang bayinya.

“Ibu bayi saat saya tanya mengaku jengkel karena anaknya terus saja menangis, sementara air susunya tak bisa keluar. Diduga karena jengkel itulah, dia tega membuang darah dagingnya sendiri dengan cara membopong anaknya dari dalam kamar dan dibuang ke sungai,” urainya kepada wartawan.

Menurutnya, saat kejadian ayah bayi tidak mengetahui karena dalam kondisi tidur. “Usai membuang bayinya, ibu korban diantar warga ke rumah orang tuanya di Desa Kedungdowo,” imbuhnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu