Hujan Deras:  Jalan Kediri – Nganjuk Tergenang, 3 Desa Terendam

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Hujan Deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Kediri pada Sabtu (23/3), mengakibatkan beberapa desa tergenang karena sungai dari daerah pegunungan airnya meluap. Selain itu, air juga menggenangi  Jalan Raya Kediri-Nganjuk yang berada di Dusun Mergosono Desa Banyakan Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, akibatnya arus lalu lintas sempat tersendat.

Kapolsek Banyakan, AKP Priyono mengatakan, air Sungai Bendo Mongal meluap karena hujan yang turun cukup deras dengan durasi yang cukup lama. Petugas segera menuju lokasi di Jalan Banyakan-Grogol untuk mengatur arus lalu lintas. “Di Jalan Raya Kediri-Nganjuk Dusun Mergosono, saat ini ketinggian air kurang lebih 15 sentimeter dan arus IaIu lintas sempat tersendat. Secara berangsur-angsur, kendaraan sudah bisa lewat, namun masih terjadi antrean,” jelasnya, saat dikonfirmasi koranmemo.com.Air yang menggenang di jalan, mengakibatkan beberapa kendaraan yang memaksa melintas, mogok. Bagi pengendara sepeda motor dan mobil jenis sedan, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kediri, R. Randy Agatha Sakaira  menjelaskan, dari pantauan serta perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, hujan meliputi seluruh area Kota dan Kabupaten Kediri dengan tingkat kelembaban mencapai 95 persen serta kecepatan angin 18,5 kilometer per jam.

Dikatakan, dengan kondisi cuaca seperti itu, air yang meluap tidak hanya terjadi di Desa Banyakan saja, namun, terjadi juga di Desa Tiron dan beberapa desa yang berada di wilayah Kecamatan Grogol. Hujan yang mengguyur Desa Tiron sejak pukul 13.00 WIB, debit air sungai meningkat akibat luapan air dari atas gunung sehingga sungai yang ada di sekitar desa tidak dapat menampung debit air yang besar dan deras, serta Desa Parang juga terkena imbas luapan tersebut.

Diperkirakan, sekitar pukul 17.00 WIB, air meluber sampai ke pemukiman warga dan perkebunan milik warga. Air yang memasuki pemukiman warga dengan ketinggian rata-rata 10 sentimeter. Sedangkan lupan air di wilayah Kecamatan Grogol, terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Akibatnya, beberapa air di aliran sungai turut meluap namun secara berangsur-angsu mulai surut.

Beruntung akibat kejadian ini, tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material, misalnya rumah warga rusak karena luapan air sungai. Selain itu, meskipun ada beberapa pohon yang tumbang dan sempat mengganggu akses jalan, dapat segera dievakuasi sehingga lalu lintas segera dapat dilalui kendaraan.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu