Hina Polisi di Medsos, Residivis Dibui

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Didik Purwanto alias Kancil (33) warga Dukuh Blebekan Desa Nglumpang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur ini dibekuk polisi gara-gara menulis status bernada menghina polisi di media sosial (medsos) facebook (Fb). Residivis kasus penganiyaan dan narkoba yang baru keluar penjara 5 bulan ini, diciduk kembali oleh polisi Polres Ponorogo di rumahnya.

Kasus ini sendiri terungkap, setelah salah satu petugas menerima informasi adanya salah satu akun di grup FB Informasi Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP), sekitar pukul 19.00, Minggu (13/8) malam, memposting status bernada hinaan terhadap institusi Polres Ponorogo.

Bahkan, akun FB bernama “Kurniawan Iwan” itu melontarkan kata-kata kotor yang ditujukan kepada korps baju coklat tersebut. ”Dari laporan itu kita telusuri, ternyata yang punya akun tidak merasa menuliskan kata-kata itu dan hp miliknya baru dibeli tersangka, dari sini lah identitas tersangka berhasil terungkap dan ternyata dia seorang residivis,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan, Senin (15/8).

Diungkapkan, dari pemeriksaan petugas, modus yang digunakan tersangka  adalah menggunakan akun FB yang belum Log Off (keluar, red) pada hand phone merk nokia 205 yang baru dibelinya seharga Rp 50 ribu dari Catur Kurniawan warga (29) warga Jalan Puntodewo Desa Pijeran Kecamatan Mlarak yang tak lain adalah pemilik akun FB “ Kurniawan Iwan”.

Sementara terkait alasan mengupload status hinaan itu, adalah lantaran tersangka sakit hati kepada anggota Polres, lantaran terjerat kasus penganiyaan dan narkoba pada 2012 lalu. ”Yang bersangkutan ini marah, karena kita tangkap saat terlibat kasus penganiyaan dan narkoba, makanya dia menghina kita seperti itu,” ungkapnya.

Dari kasus ini sendiri petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa HP Nokia 205 warna putih, yang digunakan untuk menghina Polisi. Akibat ulahnya, tersangka dijerat dengan pasal 45 (3) Juncto pasal 27 (3) Undang Undang RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan tentang ITE juncto pasal 207 KUHP tentang penghinaan intitusi atau perorangan, dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp 750 juta.

Reporter: Zainul Rohman

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *