Hendak Transaksi, Dua Pengedar Dobel L Ditangkap

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Petugas satreskoba Polresta Kediri menangkap dua pengedar pil dobel L saat akan melakukan transaksi, Jumat (25/10) sekitar pukul 13.30 WIB. Dua pengedar ini diketahui bernama Arinta Tunggal Pramanda (27) warga Kelurahan Banjaran Kecamatan/Kota Kediri, dan Mohamad Sandi (32) warga Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi, sekitar pukul 12.30 WIB petugas mendapat informasi mengenai transaksi barang haram. “Transaksi di Jalan Cendana Kelurahan Singonegaran Kecematan/Kota Kediri, ternyata ada laki-laki yang mencurigakan,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, petugas segera memeriksa dan menemukan pil dobel L yang dikemas dalam bekas bungkus rokok di dalam saku celana. Pil dikemas menjadi tiga bagian, dua dikemas dalam wadah plastik masing-masing berisi 100 butir dan 4 butir lainnya di kemas dalam gereng bekas bungkus rokok.

Arinta akhirnya dibawa ke Mapolresta Kediri untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, ternyata barang tersebut diperoleh dari Sandi. Tak membutuhkan waktu lama, sekitar satu jam (13.30WIB) Sandi berhasil ditangkap oleh petugas.

Dari tangan Sandi, petugas menemukan 48 butir pil dobel L yang dibungkus grenjeng. Tiap bungkus berisi empat butir pil dan disimpan dalam kaleng bekas bungkus rokok. Selain pil dobel L,petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp 130.000 yang diduga dari hasil transaksi jual beli barang haram itu.

Kamsudi menambahkan, atas tindakan kedua pengedar ini dinilai melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa keahlian dan kewenangan menyimpan, mengedarkan sediaan farmasi berupa obat keras jenis pil dobel L yang tidak memenuhi persyaratan keamanan.

“Sebagaimana di maksud dalam Pasal 196 yo Pasal 98 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sub Pasal 3 ayat 1 yo Pasal 12 Stbl Nomor 419 Tahun 1949 tentang Obat Keras,” tuturnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu