Heboh, Keponakan Diduga Kubur Kakeknya di Kebun Belakang Rumah

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Warga Dusun/Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, mendadak heboh, Kamis (13/2). Ini setelah ditemukannya manusia yang dikubur, namun tidak sempurna dan masih terlihat bagian tubuhnya.

Dari data yang diperoleh wartawan, yang dikubur adalah seorang kakek renta bernama Wakib (80). Ia didiga dikubur oleh keponakannya, yang merupakan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), bernama Suyono (35) di belakang rumah yang mereka tempati.

Kesehariannya, Wakib hidup dan tinggal bersama Suyono. Sehari-hari, mereka kompak bekerja sebagai pencari rongsokan bekas.

“Semasa hidupnya kakek bersama keponakannya ini memang hanya hidup berdua saja. Tapi semenjak hari Selasa (11/2) kemarin, sudah tidak terlihat lagi, disaat kita datang dengan tokoh bernama pak Sugioto untuk memberikan uang PKH. Nah di situlah pak Wakib sudah tidak ada di rumah,” ungkap Sutikno, Kepala Dusun Gajah, Kecamatan Ngoro.

Sutikno juga menceritakan, kakek yang memiliki seorang anak di Kediri ini, disebut-sebut kerap sekali merasakan sakit di bagian kaki disaat berjalan sekitar ratusan meter.

“Dengan mengalami kondisi itu, kita bersama warga curiga saat menghilangnya kakek tersebut. Sampai akhirnya, pada tadi pagi baru kita cari bersama tokoh masyarakat di kebun belakang rumah. Dan di situ, kita melihat ada kaki yang terkubur di dalam tanah,” jelasnya.

Namun, ketika kamituo menanyakan kepada keponakannya ODGJ yang pendiam itu, baru bisa berkata dengan Sutikno, dan Suyono berusia 35 tahun ini mengaku bahwa, sang kakeknya dikubur sendiri agar tidak merepotkan tetanggga, disaat meninggal pada Minggu (9/2) malam di kursi ruang tamunya.

“Keponakannya WK saat kita tanya, siapa yang mengubur kakeknya, Dia (Suyono) bilang, bapak mati terus saya seret ke kebon belakang, dikubur memakai cetok,” papar Lurah menirukan omongan Suyono.

Terpisah saat dihubungi Koranmemo.com, AKP Lely Bachtiar, Kapolsek Ngoro, membenarkan adanya kakek yang ditemukan terkubur di belakang rumah oleh keponakannya yang sedang mengalami gangguan jiwa.

“Korban diketahui sudah dalam keadaan terkubur di belakang rumah korban dalam posisi masih kelihatan sikunya. Korban dikubur oleh keponakannya yang mengidap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa),” terangnya.

Sementara dari hasil identifikasi di lokasi, Kepolisian belum bisa menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tetapi demi memastikan penyebab matinya korban, polisi bersama perangkat desa langsung membawa mayat Wakib ke RSUD Jombang untuk diautopsi.

“Sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan. Namun untuk kepastian matinya korban, mayat kita bawa ke RSUD Jombang,” tutupnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date