Heboh ! Istri Oknum Pegawai Perhutani Labrak “Pelakor”

Share this :

Madiun, koranmemo.comSeorang perempuan inisial REN, yang mengaku istri sah pegawai Perhutani KPH Saradan inisial SUN (52) melabrak perempuan diduga perebut suami orang (pelakor), Jumat (7/9).

Peristiwa itu terjadi di Desa Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.

REN warga Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun itu datang dengan didampingi LSM dan pengacaranya. Namun sebelum bertandang kerumah RKM (24), perempuan diduga pelakor yakni, REN terlebih dahulu mendatangi kantor Kelurahan Pucangrejo. Dia hendak bermaksud mengajak Lurah Pucangrejo untuk menjadi saksi.

Namun Lurah Pucangrejo tidak berada ditempat. Sehingga REN terpaksa datang kerumah RKM dengan disaksikan perangkat desa dan modin setempat.

“REN ini masih istri sah SUN. Dia ingin membongkar kedok suaminya sendiri. Karena klien kami, REN ini sudah ditinggal suaminya sejak Januari 2017 lalu tanpa alasan jelas. Tau-tau sudah sama RKM di Desa Pucangrejo ini,” kata kuasa hukum REN, Dimas Pramudya Dwipayana, Jumat (7/9).

Menurut Dimas, SUN mengaku sebagai duda saat ingin mempersunting RKM. Padahal, SUN diklaim masih sebagai suami sah dari REN. Meskipun saat ini masih menunggu proses hukum putusan banding perceraian.

Sehingga SUN diduga telah memalsukan dokumen.
“Terlepas kawin siri atau resmi, kalau sudah berani memalsukan data ya akan kita laporkan sebagai tindakan pidana. Termasuk pihak-pihak yang membantu SUN sampai bisa lolos dalam perkawinan ini,” ancamnya.

Sempat terjadi adu mulut antara RKM dengan LSM dan pengacara REN. Pasalnya, pengacara REN menemukan bukti jika SUN sering tinggal di rumah RKM, tanpa dapat menunjukkan surat nikah yang sah. Dan itu terjadi sejak tahun 2017 lalu.

Koordinator LSM Wahana Komunikasi Rakyat (WKR), Budi Santoso menuturkan, kedatangannya kerumah RKM hanya ingin memberitahukan jika SUN sebenarnya sudah menikah kali keempat dengan REN. Jika memang terjadi pernikahan dengan RKM, berarti sudah kali kelima SUN menikah. “Jangan sampai tindakan SUN justru merugikan orang lain, khususnya kaum perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, RKM berdalih jika SUN baru dua bulan tinggal di rumahnya. Pun alasannya hanya untuk berkunjung. RKM juga baru mengetahui jika SUN telah menikah untuk kelima kalinya dengan dia.

Sepengetahuan RKM, SUN baru menjadi duda dua kali saja. Saat ini, lanjut RKM, SUN sedang berada di luar kota.
“Sudah dua bulan pak Narto disini. Ya pokoknya baru disini. Saya nggak mau ngomong banyak, nanti ngomong aja ke pengacara saya,” katanya.

Jawaban terbalik justru dilontarkan bapak kandung RKM. Puji mengaku jika SUN telah tinggal dirumahnya sejak beberapa tahun silam. Pun, diakui jika anaknya telah menikah secara resmi dengan SUN. “Sudah tahunan disini. Nikah resmi ijab di masjid,” katanya.

Terpisah, Modin Desa Pucangrejo, Agus Jauharul Ishom menuturkan, RKM sempat mengurus dokumen pelolosan untuk menikah di Jombang, dan itu dilakukan pada tahun 2017. Masalah di Jombang RKM menikah atau tidak, itu bukanlah kewenangannya.

“Saya hanya mengeluarkan surat pelolosan terkait dengan data-data RKM. Dan numpang nikah di Jombang. Tanggungjawab saya hanya sebatas mengeluarkan pelolosan saja. Itu pun juga sudah ada rekomedasi dari KUA. Jadi di Jombang menikah atau tidak, saya nggak tau. Saya juga nggak tau kalau pihak laki-laki ini duda atau tidak,” katanya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu