Hasil Sidang Isbat Penentuan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah

Share this :

Jakarta, koranmemo.com – Pemerintah Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah jatuh pada hari Minggu (24/5). Keputusan ini ditetapkan setelah melalui penjabaran data pengamatan hilal dari 80 titik pemantauan yang tersebar berbagai wilayah Indonesia.

Dari keseluruhan titik pemantauan tersebut, diperoleh hasil yang sama, yaitu hilal masih belum terlihat. “Ketinggian hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, dari 80 titik tidak ada yang melihat hilal,” ujar Menteri Agama, Fachrul Razi yang disiarkan melalui TVRI.

Melansir dari CNN Indonesia, sebelumnya salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah juga telah menetapkan Hari Raya Idulfitri jatuh pada hari Minggu (24/5). Penetapan tersebut didasari oleh hasil hilal hakiki wujudul hilal, berdasarkan hasil tersebut, diperoleh kedudukan bulan saat matahari terbenam berada di ketinggian ( f= -07°48′ (LS) dan l= 110°21′ BT ) = +06°43’31”.

Hasil pemantauan itu sendiri dilakukan di Yogyakarta dan dapat diartikan sebagai bulan berada di atas ufuk. Sehingga, diperoleh hasil yang sama dalam penentuan kapan Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah dari dua cara yang telah dilakukan.

Sebelumnya, pemerintah juga telah melarang kegiatan salat Id berjamaah di masjid atau lapangan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona di Indonesia yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

“Jika tidak dilakukan batasan yang ketat selama Idulfitri, maka angka pasien corona akan melonjak. Dengan begitu, seluruh upaya yang kita lakukan selama ini akan sia-sia,” ujar Fachrul Razi beberapa hari yang lalu.

Meski tidak bisa melakukan salat Id, seperti biasanya, Fachrul Razi juga mengatakan, masyarakat masih tetap bisa melaksanakan salat Id di rumah masing-masing. Menurut ketentuannya, salat Id bisa dilakukan dengan minimal 4 orang, 1 menjadi imam, dan 3 lainnya menjadi makmum. Jika anggota keluarga di rumah kurang dari 4, atau tidak ada yang berkemampuan untuk melakukan khotbah, salat Id tetap bisa dilakukan secara berjamaah tanpa khotbah.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date