Hasil DNA Bayi ‘Tertukar’ di Nganjuk Identik, RSUD Akui Teledor

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Hasil tes DNA bayi laki-laki yang diduga ‘tertukar’ akhirnya diketahui saat sidang perdata perdana kasus tersebut, Kamis (17/9) di Pengadilan Negeri Nganjuk.  Hasil tes DNA yang dilakukan sekitar satu bulan lalu itu menunjukkan jika bayi yang diberi nama Ali tersebut identik dengan kedua orang tuanya, yakni Feri Sujarwo (29) dan Arum Rusalini (29).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Nganjuk, Samsul Huda mengakui hal tersebut terjadi karena keteledoran bagian administrasi.  Mereka keliru menuliskan jenis kelamin bayi Feri dan Arum, sehingga kesalahpahaman ini terjadi.

“Audit medis dan etik sudah kami lakukan, dan ternyata memang dari pihak rumah sakit yang kurang hati-hati. Sesuai SOP, pasti ada sanksi dari pihak rumah sakit terhadap pihak-pihak yang bersangkutan dengan masalah ini,” ujar Samsul.

Sementara, Feri Sujarwo melalui tim kuasa hukumnya,  Prayogo Laksono dan Eryk Andikha Permana mengaku akan tetap melanjutkan gugatan perdata yang sudah di masukkan ke Pengadilan Negeri Nganjuk.

            “Kalau terkait hasil tes DNA identik, sementara kita bisa menerima. Karena dikeluarkan dari lembaga resmi. Tapi kami juga masih menunggu hasil mediasi dulu.  Harusnya hari ini mediasi pertama, tapi karena Direktur RSUD Nganjuk tidak hadir, mediasi ditunda Rabu depan,” kata Prayogo.

Sidang kemarin digelar setelah kuasa hukum Feri resmi mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk (7/9). Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara: 36/Ph.6/2020/PN NJK. Pihak Feri menggugat pihak RSUD Nganjuk sebesar Rp 5 miliar.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika Arum Rusalina melahirkan anak kedua dirinya dan Feri di RSUD Nganjuk, 18 Agustus 2020 lalu dalam keadaan prematur.  Bayi tersebut kemudian langsung dibawa ke inkubator sebelum Feri sempat melihatnya.  Feri hanya diberitahu jika bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.  Feri pun segera mengurus akta dan KK untuk si bayi.

Seminggu kemudian, nyawa bayi Feri dan Arum tidak tertolong.  Ketika Feri menjemput si bayi, bayi yang awalnya diberitahu kalau perempuan ternyata laki-laki. Feri yang tidak terima lalu meminta pertanggungjawaban dari rumah sakit dengan dibantu oleh kuasa hukumnya Prayogo Laksono.

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor: Della Cahaya