Hari Terakhir Pendataan Siswa Luar Kota, Lebih 800 Siswa Tersingkir

Share this :

Kediri, Koran Memo – Lebih dari 800 siswa dari luar daerah dipastikan bakal tersingkir dari bursa penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Kediri 2015. Hal ini karena hingga hari terakhir pendataan siswa luar kota, Jumat (3/7) jumlah pendaftar dari luar kota melebihi pagu yang ditetapkan rata – rata sebesar 10 persen dari pagu tiap sekolah.

Sepi: Kursi yang diperuntukkan bagi pengantre PPDB di Dinas Pendidikan Kota Kediri (kurniawan/memo)
Sepi: Kursi yang diperuntukkan bagi pengantre PPDB di Dinas Pendidikan Kota Kediri (kurniawan/memo)

Panitia PPDB Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi mengatakan tercatat sudah ada total 1.514 siswa dari luar kota yang melakukan pendataan. Rinciannya, untuk yang mendaftar SMP sebanyak 467 siswa dan untuk pendaftar SMA, totalnya 1.047 siswa. “Sampai hari terakhir, SMP ada 467, SMA ada 1.047. totalnya 1.514 siswa yang dari luar kota,” ujarnya.

Diketahui, jumlah pagu (kuota,red) untuk siswa luar Kota yang mendaftar ke SMP hanya sebesar 247. Sedangkan untuk SMA, pagu yang disediakan hanya sebesar 382. Artinya ada 220 calon siswa SMP dan 665 calon siswa SMA dari luar kota yang akan pulang kampung alias tidak diterima di Kota Kediri.

Salah satu pendaftar, Eni Sulistyorini yang saat itu mengantar adiknya, Ahmad Shodiq Kurniawan, lulusan SDN Tambakrejo mengaku terpaksa melakukan pendataan di hari terakhir karena baru mengetahui kabar bahwa pendataan bagi siswa luar Kota Kediri terakhir adalah Jumat (3/7). “Saya tahunya baru hari ini dari teman yang juga mendaftar,” ujarnya.

Eni mengatakan, lantaran baru mengetahui jadwal terakhir pendataan, ia dan adiknya akhirnya harus mengurus seluruh berkas secara mendadak. Untungnya, seluruh proses untuk melengkapi berkas, bisa ia lakukan sebelum jam pendataan ditutup. “Hari ini tadi dadakan ngurusnya. Untung semua sudah selesai,” imbuhnya.

Eni menambahkan, selain melakukan pendaftaran di Kota Kediri, adiknya juga didaftarkan ke Kabupaten Kediri. Alasannya untuk jaga-jaga apabila ada yang tidak lolos. “Itu untuk berjaga-jaga kalau salah satu ada yang tidak lolos,” ujarnya.

Niatan untuk bersekolah di Kota Kediri sendiri adalah dari adiknya. Orangtua Eni tidak memberikan saran agar adiknya mendaftar sekolah di Kota. “Yang pengen mendaftar adik saya sendiri,” pungkasnya.(kur)