Hari Ke-15 KLB DBD, Jumlah Penderita Justru Naik 10%

Share this :

Ponorogo, koranmemo.com – Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah di Ponorogo oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo tampaknya kurang maksimal. Pasalnya, hingga kini jumlah warga terjangkit virus nyamuk Aides aegepty itu masih tinggi.

Dari data Dinkes Ponorogo yang dilaporkan ke Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, hingga memasuki hari ke 15 pasca penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 30 Januari lalu, 17 warga Ponorogo dilaporkan terjangkit demam berdarah dan saat ini dirawat di rumah sakit.

Jumlah ini sendiri naik 10% dari 179 total warga penderita demam berdarah, dengan 7 orang meninggal, sesuai data Dinkes Ponorogo selama bulan Januari hingga Pebruari.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kebingungan, dengan kenaikan 10% warga terjangkit DBD ini. Pasalnya selama periode 30 Januari hingga 11 Pebuari lalu pihaknya telah berhasil menurungkan jumlah penderita demam berdarah sebanyak 20%, atau 35 orang dari jumlah penderita DBD sesuai data Dinkes 179 orang.” Hari ini naik lagi, kenaikan 10%. Padahal sebelumnya sempat turun 20%. Saya juga bingung kok bisa begitu,” ujarnya, Selasa (11/2).

Bupati Ipong juga mengungkapkan, melalui Dinkes Ponorogo telah mengerahkan 15 mesin foging, yang dapat dibagi menjadi 4 tim dalam penangananya. Tak hanya itu, satu mobil Ultra Low Volume (ULV ) dengan radius jangkau 200 meter, juga dikerahkan untuk mempercepat proses fogging ke daerah endemik nyamuk.

Namun, langkah ini dinilai kurang maksimal mengingat jam orpasional nyamuk yang hanya terjadi di pagi hari.” Semua sudah kita kerahkan, tapi kalau fogging dilakukan disiang hari itu kurang maksimal. Karena jam oprasional nyamuk itu pagi hari,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date