Hari Jadi ke 823, Kabupaten Trenggalek Gelar Pesta Kembang Api Spektakuler

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com-Kembali Pesta Kembang Api dengan durasi waktu sekitar 20 menit digelar Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam merayakan Hari Jadinya ke 823. Gelaran yang berlangsung di Alun-alun kota itu mampu menyedot dua puluh lima ribu penonton terhitung mulai pukul 21.00 WIB sampai selesei.

Semburat kembang api laksana menari di angkasa membuat siapapun terkesima dan mengagumi kecantikannya. Parade kembang api yang megah. Berlatar Menara Pendopo Manggala Praja Nugraha, percikan kembang api seolah membuat kota menyala, menarik perhatian pengunjung untuk membidikkan kamera ponselnya.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa harunya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek yang selalu antusias dengan pesta kembang api dimana tahun 2016 kemarin hanya berlangsung 15 menit saja.

“Ini memang durasinya agak lama, karena disesuaikan bertambahnya usia kabupaten kita,” ucapnya, Jum’at (25/8) di Trenggalek.

Pesta kembang api yang menelan biaya hampir Rp 80 juta itu, menurutnya tidak sebanding dengan gelora hati masyarakat Kabupaten Trenggalek yang sekarang kian maju.

“Beberapa prestasi telah membanggakan masyarakat sini, maka kami pun merespon nostalgia rakyat Trenggalek akan pesta ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul saat hadir dan memberikan sambutan hangat di tengah-tengah masyarakat Trenggalek mendoakan agar masyarakat Trenggalek senantiasa di lindungi Alloh SWT dan selalu dalam keadaan sehat.

“Saya atas nama pribadi Gus Ipul dan Wagub Jatim  mengucapkan selamat berulang tahun kepada warga Trenggalek semoga selalu sehat dan sehat sehingga tahun depan bisa bertemu kembali dengan saya,” ujarnya berapi-api.

Gus Ipul yang sedianya akan maju di Pilkada tahun 2018 nanti berharap event yang mesti dibarengi dengan pentas kesenian wayang kulit itu sebagai ciri khas Kabupaten Trenggalek sebagai daerah yang berbudaya dan punya watak khas seni.

“Nanti Abah Anom Suroto yang mendalang di sini, tolong wayangnya yang jadi tontonan sekaligus jadi tuntunan,” tandasnya.

Pasca pesta itu, Ki Haji Anom Suroto dalang kondang dari Yogyakarta memainkan kelir wayangnya dengan lakon Dwaraka Binangun yang diselingi hiburan jenaka dari Topan, Gareng dan Eka.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor      : Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz