Hari Jadi ke 823 Kabupaten Trenggalek, Bupati Emil Ziarah Leluhur   

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com-Ziarah makam leluhur pendiri Kabupaten Trenggalek dilakukan Bupati  Trenggalek bersama jajaran Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) setempat sebagai kegiatan ritual menjelang Hari Jadi ke 823 Kabupaten Trenggalek.

Ada enam makam yang diziarahi yakni makam Mbah Kawak di Jati Kendit , Mbah Galek di pemakaman  Setono Gedong, keduanya berlokasi di Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek, makam Menak Sopal di TPU Bagong Kelurahan Surodakan Kecamatan Trenggalek, makam kanjeng Jimat Mangun Dipuro di Desa Ngulan Kulon Kecamatan Pogalan , makam Adipati Widjoyo Koesumo dan makam Adipati Ario Purbonegoro, keduanya di komplek makam Astono Girimulyo di Desa Sumber Kecamatan Karangan.

Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengatakan, ziarah yang dilakukannya itu merupakan bentuk rasa syukur warga Trenggalek kepada Tuhan YME karena umur kabupaten ini yang sudah ratusan tahun telah mencapai kemajuan masyarakat dan peradaban yang jauh lebih maju. “Tentunya kita bangsa yang besar yang tidak pernah melupakan sejarahnya dan itu bentuk rasa syukur kita,” ucapnya, Selasa, (29/8).

Bupati Emil juga menjelaskan, berdoa untuk leluhur yang selalu dilakukan pemerintah pendahulunya dimaksudkan agar generasi penerus selalu mengingat perjuangan pendahulu dalam membangun Trenggalek ini.

“Generasi penerus di Trenggalek juga harus memahami sejarah daerahnya supaya tidak lupa akan daerah asalnya walau telah berhasil di luar daerah,” ungkapnya.

Bupati muda ini menyampaikan pihaknya  patut bersyukur, ternyata Trenggalek mempunyai sejarah yang cukup panjang dan mengalami beberapa masa.

“Melalui ziarah ini kita ingin mencoba untuk tetap melestarikan sejarah pendahulu yang dimulai dari beberapa tokoh yang pernah menjadi bupati, dan juga tokoh-tokoh yang katanya babad alas seperti halnya Mbah Kawak maupun Adipati Menak Sopal,” imbuhnya.

Ternyata dalam sejarah pendahulu Trenggalek, ada ikatan dengan beberapa bupati tetangga, seperti halnya pada tahun 1743 Raden Soemotono yang juga punya ikatan keluarga dengan Bupati Ponorogo.

“Kita juga datangi makamnya putra Jaya Negara, terus ada lagi Kanjeng Jimat Mangun Dipuro, dan saat ini Adipati Widjoyo Koesumo dan Adipati Aryo Poerbonegoro di Astono Girimoelyo Sumber Karangan,” terangnya.

Bupati yang juga Wakil Ketua APKASI ini mengaku kegiatan ini  merupakan pengalaman yang menarik. Dirinya telah menjalankan napak tilas kepemimpinan pendahulunya.

“Sejarah beliau-beliau kita datangi ,  mudah mudahan ini akan menambah makna historis dalam melaksanakan hari Jadi ke 823 Kabupaten Trenggalek,” pungkasnya.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor     : Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz