Harga Sembako Bertahap Turun

Kediri, koranmemo.com – Komoditas bahan kebutuhan pokok bertahap mulai turun di pasar tradisional di Kota Kediri. Bahan pokok seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng kembali normal, yang sebelumnya mengalami kenaikan harga saat bulan Ramadan. Pedagang pun mulai berani mengambil stok dan berharap omzet penjualan meningkat.

Komoditas bahan pokok seperti beras, mengalami penurunan harga sejak sepekan terkhir. Penurunan harga berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram, seperti beras jenis 64 saat ini pedagang menjual Rp 8.500 per kilogram. “Sebelumnya dijual Rp 9.500 per kilogram. Dua jenis beras lainnya juga mengalami penurunan,” kata salah satu pedagang sembako di Pasar Bandar, Wakid (37), Selasa (18/6).

Untuk beras jenis Bengawan, pedagang menjual dengan harga Rp 10.000 per kilogram, harga ini turun sebesar Rp 1.500 jika dibandingkan pada saat bulan Ramadan. Beras jenis Bramo, turun Rp 1.000 per kilogram menjadi Rp 11.000. Meskipun harga sudah mulai turun, namun jumlah penjualan masih belum meningkat dan masih sama seperti hari-hri sebelumnya.

Selain beras, harga gula juga mengalami penurunan dari rata-rata Rp 12.500 per kilogram, menjadi Rp 12.000 per kilogram. Para pedagang menilai, harga tersebut cenderung stabil sejak sebulan terkahir. Namun, justru meningkatkan persaingan antar pedagang, terlebih lagi munculnya gula yang dijual berdasarkan bungkus, bukan per kilogram.

Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, sekarang muncul gula yang dijual dengan berat berkisar antara 8 ons sampai 9 ons. Gula yang dibungkus plastik 1 kilogram itu dijual antara Rp 10.000 sampai Rp 10.500 per bungkus. Meskipun tidak mempunyai berat yang pas, namun masyarakat juga sering mencari gula tersebut, dengan alasan lebih ekonomis.

Sementara itu, Jaswadi (46), pedagang lainnya mengatakan, kemunculan gula tersebut juga berpengaruh pada jumlah penjualan. Masyarakat dapat menemukan gula ini di tepi jalan yang sering dijual dengan tulisan ‘gula murah’. “Mungkin itu salah satu usaha untuk meningkatkan jumlah penjualan, yang penting masyarakat diberi penjelasan,” ujar Jaswadi.

Dua komoditas lain yang mengalami penurunan harga adalah telur dan minyak goreng curah. Jika sebelumnya harga telur mencapai Rp 23.000 per kilogram, saat ini pedagang menjual per kilogram telur dengan harga Rp 20.000. Harga ini bergantung dari tengkulak yang memberikan barang kepada para pedagang.

Sedangkan harga minyak goreng curah mengalami penurunan harga Rp 500 per kilogram menjdi Rp 9.500 yang sebelumnya dijual Rp 10.000 per kilogram. “Kalau harga minyak goreng curah relatif stabil, meskipun naik juga tidak banyak. Jika turun juga masih aman, pedagang masih bisa memperoleh laba walaupun minim. Yang penting jangan sampai semua harga naik secara bersamaan, atau turun secara bersamaan,” imbuh Jaswadi.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date