Harga Kebutuhan Pokok Kota Kediri Masih Masuk Rata-rata Provinsi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Jelang pergantian bulan, dari November ke Desember perekonomian Kota Kediri masih terpantau stabil. Tingkat inflasi yang diperkirakan tetap terjaga sepertinya akan membawa daerah yang memiliki slogan The Service City kembali berada di peringkat inflasi terendah.

Seperti diketahui pada Oktober kemarin mengalami inflasi sebesar 0.16 persen sehingga peringkat Kota Kediri berada di peringkat 3 terbawah. Untuk kembali di peringkat terbawah pada November dan Desember inflasi Kota Kediri harus ditekan.

Dilihat dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) selama November ini harga beras masih berada harga rata-rata Provinsi Jawa Timur. Seperti contoh pada harga beras, pada beras jenis IR 64, Rata-rata harga yang dijual di pasaran berkisar Rp 9.967 sampai Rp 10 ribu per kilogram.

Sementara untuk cabai rawit meski di beberapa daerah di Jawa timur mulai mengalami kenaikan dengan harga diatas Rp 21 ribu per kilogram di Kota Tahu harga masih terjaga di rata-rata harga  Rp 20 ribu per kilogram. Lalu untuk daging ayam ras yang sempat naik pada Minggu lalu, kini turun kembali pada rata-rata Rp 32 ribu per kilogram.

Apip Permana, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Kediri, mengatakan pemerintah daerah berupaya agar ekonomi tetap terjaga dan kembali menerima predikat TPID terbaik se-Jawa Bali. “Upaya Pemkot Kediri seperti mengadakan operasi pasar di titik yang telah ditentukan agar pembelinya adalah warga Kota Kediri,” ujarnya.

Dia berharap selama 2 bulan ini, yakni November dan Desember Kota Kediri bisa kembali berada di inflasi terendah. Serta diimbangi dengan perkembangan ekonomi di wilayah Pemkot Kediri.(adv/pemkotkediri)

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Della Cahaya