Harga Ikan Laut Anjlok, Nelayan Mengeluh

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Sejumlah nelayan di wilayah Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan mulai mengeluh akibat menyebarnya informasi virus corona. Itu berdampak menurunnya harga dan sejumlah tempat pelelangan ikan sepi pengunjung.

Selain itu, sejumlah perusahaan ikan yang ada di Brondong juga tidak menerima ikan hasil tangkapan nelayan. Itu efek dari akses pengiriman ekspor yang terkendala akibat merebaknya informasi tentang virus corona.

Tercatat, hingga hari ini beberapa jenis ikan tangkapan nelayan mengalami penurunan hingga 50 persen. Di antaranya rajungan, lobster, cumi-cumi dan beberapa jenis ikan lainnya. Salah satu pemicunya adalah sepi pelanggan dan pembeli lantaran lebih memilih tidak keluar rumah.

Ngastawi, salah satu nelayan Brondong mengaku tetap melaut untuk mencari nafkah meski harga sangat anjlok karena efek corona. “Jika tidak pergi mencari ikan atau melaut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagaimana. Kami meminta pemerintah bisa melihat nasib kami,” bebernya.

Untuk harga sebelum dampak virus corona, rajungan Rp 65 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram, untuk lobster dari Rp 300 ribu/kilogram menjadi Rp 100 ribu/kilogram. Kemudian untuk cumi-cumi yang mulanya Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu/kilogram.

Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Kabupaten Lamongan, Zamharil mengatakan jika dampak dari perkembangan informasi virus corona sangat berdampak besar bagi nelayan di Lamongan. Hasilnya tak sebanding. “Tangkapan melimpah, harganya anjlok,” katanya, Senin (23/3).

Zamharil berharap kepada pemerintah untuk segera mencari alternatif jalan keluar sehingga para nelayan di Lamongan bisa melakukan aktifitas seperti biasa. “Jika ada solusi dari pemerintah maka nelayan tidak akan mengeluh karena harga ikan laut bisa stabil,” pinta Zamharil.

Reporter: Fariz Fahyu
Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date