Harga Gula Pasir di Kediri Masih di atas HET

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Harga gula pasir beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan, baik di pasar tradisional maupun modern. Untuk per kilogramnya, pedagang menjual antara Rp 16.000 sampai Rp 17.000 dengan rata-rata harga di Kota Kediri Rp 16.500 per kilogram.

Kepala Perum Bulog Subdivre Kediri, Mara Kamin Siregar mengatakan, untuk harga gula di pasaran saat ini melebihi harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp 12.500 per kilogram. “Kalau di pasaran sekitar Rp 17.000 per kilogram, jelas di atas HET. Kami sebelumnya juga melakukan koordinasi dengan Polres Kediri, Satgas Pangan, dan Dinas Perdagangan (Disperdagin),” jelasnya, Senin (23/3).

Menurut Kamin, untuk mengantisipasi kenaikan harga gula, stok yang ada di gudang Bulog Subdivre Kediri juga diperoleh dari luar daerah Kediri. “InsyaAllah untuk stok gula aman, pasokan juga sudah masuk dari daerah lain. Kami juga berkoordinasi dengan Polres Kediri untuk melakukan operasi pasar mengantisipasi ramadan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koranmemo.com, salah satu penyebab kenaikan harga gula saat ini yaitu impor gula rafinasi belum ada. Tidak hanya itu, menurut pihak Pabrik Gula (PG), hasil produksi sementara ini defisit sehingga stok gula menurun.

Sementara itu, Kasi Pengendalian Barang dan Jasa, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kediri, Yongky Prabowo mengatakan, untuk melakukan operasi pasar, harus memperhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Untuk saat ini, Disperdagin Kota Kediri masih melakukan pembahasan mengenai pelaksanaan operasi pasar. “Masih dilakukan rapat dan evaluasi terkait sistem penjualannya, karena situsasinya hari ini tidak biasa. Mengingat ada wabah serta harus memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, kata Yongky, hal-hal yang harus diperhatikan sesuai Surat Edaran (SE) Walikota Kediri Nomor 443.33/34/419.031/2020, yaitu menunda pelaksanaan semua kegiatan yang mengumpulkan peserta dalam jumlah besar dan lebih mengupayakan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Tak hanya itu, masyarakat tidak perlu panik atau melakukan aksi borong sembako dan obat obatan. Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan cukup selama masa tanggap Corona. Serta, menginstruksikan kepada seluruh Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah Kota Kediri untuk menindaklanjuti SE tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date