Harga Gula dan Minyak Goreng Naik, Tembus Rp 14 Ribu per Kg

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Bulan pertama pada tahun baru 2020, harga gula pasir serta minyak goreng kompak merangkak naik sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram (kg).

Berdasarkan penelusuran koranmemo.com di pasar tradisional Citra Niaga (Pasar Legi) di Kecamatan Jombang, terpantau harga gula beserta minyak untuk saat ini dipatok masing-masing seharga Rp 14 ribu per kilogram.Menurut Tata Arif (53), salah satu pemilik toko yang menjual kebutuhan pokok di pasar legi ini mengaku, kenaikan harga itu semenjak awal tahun mulai naik turun. Tapi lambat laun, harga jual eceran kedua bahan ini terpaksa ia naikkan, sebab dari pemasok distributor untuk harganya sudah naik. Dan pastinya harga masing-masing eceran per kilo, baik gula pasir dan minyak ikut naik.

“Untuk penyebab kenaikannya kita kurang tahu, ada yang bilang biaya transportasinya mahal. Naiknya gula dan minyak ini sejak awal tahun, meskipun sempat turun sedikit cuman 200 perak. Tapi keesokan harinya merangkak naik kembali hingga sekarang 14 ribu,” ungkap warga asal Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Jombang saat ditemui di toko kelontongnya, Selasa (14/1/2020) siang.

Ia menambahkan, meski komoditas lainnya tidak ikut merangkak naik, namun kedua harga eceran gula dan minyak per kg itu, sering dikeluhkan oleh para pelanggannya yang hampir rata-rata para pedagang warung serta ibu rumah tangga, karena 2 kebutuhan pokok ini, selalu terpakai di dapur rumah ataupun tempat para pengusaha warkop.

“Dipatok tingginya harga jual dua bahan ini, karena dari distributor kita juga dapat harga yang lumayan besar dan hanya meraup untung sedikit sekitar Rp 500 rupiah, agar para pembeli mengeluh terlalu mahal,” jelasnya.

Dengan naiknya harga tersebut, dirinya juga lebih memilih langsung membeli 100 kilogram. Tentunya supaya di hari berikutnya, jika dari distributor harganya naik, para pembeli dapat membeli gula atau minyak dengan harga yang sama di hari sebelumnya.

“Kalau kita beli satu karung gula pasir berisi 50 kg, saya hanya lebih mendapatkan untung belasan ribu rupiah saja. Tapi untuk kenaikan harga minyak yang hampir sama persis seperti merangkaknya harga gula, dimana pada harga semula sebelum tahun baru, harga sudah naik menjadi 10 ribu, tapi untuk sekarang kita jual sudah di harga 14 ribu sama seperti gula pasir,” terangnya.

Selain itu, komoditas lain dikatakannya masih terhitung stabil, seperti beras, kacang, jagung dan lainnya. Akan tetapi, untuk cabai serta bawang merah hampir rata-rata mulai merangkak naik harganya.

Dengan kenaikan harga tersebut, Arif yang juga menjadi kepala rumah tangga di keluarkannya, tetap merasa keberatan jika harga gula dan minyak yang sering dipakainya untuk kebutuhan pokok dapur naik. Bahkan, ia juga kembali mengeluhkan kenaikan cabai terus menerus juga naik, tentu untuk pembelanja sang istri dirumah jadi ikut naik

“Dengan kompa naiknya kedua bahan itu, saya juga berharap untuk harga kebutuhan pokok sehari-hari ini segera turun. Dengan begitu, para pelanggan tidak kecewa atas kenaikan ini yang setiap hari terus melonjak naik,” pungkasnya.

Reporter :Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu