Harga Daging Ayam Tak Kunjung Stabil, Kenapa?

Trenggalek, Koranmemo.com – Harga daging ayam di Kabupaten Trenggalek tak kunjung stabil. Meskipun terjadi sedikit penurunan harga, namun harga daging ayam itu dinilai masih d iatas harga normal. Harga daging ayam di Kabupaten Trenggalek saat ini menembus Rp 35 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu hampir menyeluruh terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Trenggalek. “Hampir menyeluruh naik,” kata Sugik, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Basah Kabupaten Trenggalek saat di konfirmasi, Jumat (27/7).

Dia mengatakan, melambungnya harga daging ayam itu tak hanya terjadi menjelang Ramadan maupun Idul Fitri 1439 H. Pasca lebaran, harga ayam masih tinggi. “Nggak tahu sebabnya apa. Dulu waktu memasuki Ramadan dan menjelang lebaran harga daging ayam mencapai Rp 38 ribu sampai Rp 40 kilogram. Sekarang saya menjual Rp 35 ribu per kilogram,” kata dia.

Sugik mengaku terpaksa membanting harga daging ayam. Pasalnya kenaikan harga daging ayam itu berimbas, menurunnya jumlah konsumen. “Sebetulnya dijual Rp 38 ribu per kilogram. Namun pasarnya sepi pembeli, akhirnya saya membanting harga dan saya jual Rp 35 per kilogram. Kondisi ini juga dialami beberapa pedagang lainnya,” kata Sugik.

Harga daging ayam yang masih tinggi pasca lebaran berimbas pada penurunan jumlah konsumen hingga 30 persen. Sebelumnya dia mengaku dapat menjual hingga tiga kuintal setiap harinya. “Namun saat ini pembeli hanya separuhnya, lebih dikitlah. Daripada nggak ada yang membeli, ya sudah terpaksa harganya saya turunkan (ayam sayur, red), hampir sebulan ini. Normalnya sekitar Rp 27 sampai Rp 30 ribu per kilogram,” imbuhnya.

Dia mengaku tak mengerti persoalan yang menyebabkan harga daging ayam masih melambung. Sejauh yang dia ketahui suplai daging ayam di kios miliknya tak pernah terlambat atau kehabisan barang. “Harga kami sesuaikan. Tapi kalau stoknya saya kira ada terus dan tidak pernah terlambat. Nggak tahu kenapa kok harganya tak kunjung stabil. Kalau untuk harga daging ayam lainnya masih stabil, walaupun terkadang naik turun,” kata Sugik.

Senada diungkapkan Yati pedagang ayam lainnya di Pasar Basah Kabupaten Trenggalek. Dia menyebutkan, akibat melambungnya harga daging ayam berdampak pada menurunnya jumlah konsumen. “Hampir menurun hingga 50 persen. Kalau sekarang saya jual Rp 36 ribu per kilogram,” jelasnya, kemudikan diiyakan sejumlah pedagang daging ayam lainnya.

Dia mengaku tak berani mematok harga lebih tinggi. Pasalnya, dikhawatirkan kenaikan harga itu akan berdampak pada omset yang dihasilkan. “Nggak berani. Naik sedikit banyak yang komplain (pembeli,red). Ini saja kalau bagi kami para pedagang seharusnya dijual Rp 38 ribu. Tapi kami turunkan karena pasarnya sepi,” pungkasnya.

Berbeda dengan harga daging sapi. Berdasarkan keterangan sejumlah pedagang, harga daging sapi cenderung stabil ketimbang harga daging ayam maupun telur. “Kalau daging sapi stabil. Sekarang berkisar antara Rp 110 ribu per kilogram. Memang sekarang yang mahal daging ayam dan telur,” ujar Siam, salah satu pedagang lainnya di Pasar Subuh Kabupaten Trenggalek.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Della Cahaya Praditasari