Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu/Kilogram, Ini Yang Dilakukan Pengusaha Sambel Pecel Blitar

Blitar, koranmemo.com – Harga cabai yang naik sejak memasuki Januari 2021 hingga minggu kedua saat ini masih menjadi polemik. Kondisi cuaca yang saat ini sering terjadi hujan, menurut pemerintah ialah hal utama yang mempengaruhi hasil panen petani. Sehingga terdapat gangguan pada beberapa wilayah yang menjadi pemasok cabai.

Di sisi lain, para pedagang yang kekurangan pasokan cabai mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan imbasnya yakni kenaikan harga yang cukup signifikan.

Artinya, kenaikan harga cabai sebagai komoditas penting tentu menjadi persoalan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang menggeluti usaha kuliner dengan cita rasa pedas.

Seperti halnya yang dialami oleh salah satu pelaku usaha sambel pecel khas Blitar, Siti Mukayanah di Jalan Cemara 114 Karangsari, Kota Blitar. Dia mengatakan jika kenaikan harga cabai yang saat ini sudah mencapai Rp 100 per kilogram cukup berimbas dengan produksi sambel pecel miliknya.

“Yang jelas, itu berdampak bagi perputaran usaha sambel yang kami lakukan. Serba bingung, mau dinaikkan harga sambalnya takut kalau nanti penjualan turun. Di sisi lain juga mau mengubah komposisi khawatir dapat komplain dari pelanggan,” katanya, Selasa (12/11).

Untuk mensiasatinya, Siti mengaku memilih untuk sementara bertahan dan menambal biaya produksi sambal pecel miliknya. Serta mengurangi jumlah belanja bahan cabai yang akan ia gunakan untuk produksi. “Saat ini ya pokoknya beli cabai seadanya yang penting bisa digunakan untuk produksi lagi setiap harinya,” tandasnya.

Setiap harinya, tidak kurang dari 10 hingga 15 kilogram cabai yang ia gunakan sebagai bahan produksi sambal pecel. Cabai yang ia gunakan ia beli dari pasar dan sesekali langsung ke petani yang bersangkutan.

“Dulu sebelum ada kenaikan, harga cabai hanya Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu perkilogramnya,” sebut Siti.

Atas keadaan tersebut, Siti berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengambil langkah solusi. Itu agar harga cabai dapat kembali pulih dan pelaku usaha lain yang sepertinya dapat menjalankan bisnis dengan tenang.

Reporter: saifudin/abdul aziz wahyudi
Editor Achmad Saichu