Harga BBM Turun, Dinas ESDM Jatim dan Polisi Awasi Penggunaan Premium dan Solar

Surabaya, koranmemo.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur mulai 5 Januari 2020, turun. Dari data yang diperoleh di Dinas ESDM (Energi Sumber Daya Manusia) Provinsi Jawa Timur sejumlah BBM yang turun yakni BBM jenis Pertalite sebelumnya harga Rp 7.800,- per liter turun menjadi Rp 7.650,- per liter, untuk jenis Pertamax harga semula Rp 9.850,- per liter, sekarang turun menjadi Rp 9.200,- per liternya, BBM jenis Dexlite yang sebelumnya Rp 10.200, sekarang turun harga menjadi Rp.9.500,- per liter.

Demikian juga, BBM jenis Premium sebelumnya seharga Rp 6.550,- per liter, kini mengalami penurunan menjadi Rp 6.450 per literr, Bio Solar yang sebelumnya seharga Rp 9.800,- per liter, kini turun harga menjadi Rp 9.300,- per liter.

Meski harga turun, pihaknya tetap melakukan koordinasi bersama PT. Pertamina agar mengetahui kuota bahan bakar tersebut, apakah stok mengalami stabil kelebihan serta kekurangan. Memang, di bulan Oktober ada kelebihan stok bahan bakar, tetapi dapat terselesaikan sampai akhir Desember 2019, kemarin. “Tahun 2020 ini kita lakukan pengecekan kembali terhadap penggunaan bahan bakar Premium dan Solar agar tidak melebihi batas kuota yang ditetapkan. Jadi hasilnya, kami membuat surat keputusan (SK) Gubenur Jawa Timur terhadap penggunaan BBM jenis subsidi bersama pihak Kepolisian di Jawa Timur untuk pengawasan dan antisipasi terkait penyalahgunaan terhadap solar bersubsidi,” ujar Setiajit, selaku Kadis (Kepala Dinas) ESDM Provinsi Jawa Timur saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020).

Selanjutnya, Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan bahan bakar bersubsidi yang sekiranya tidak perlu menggunakan.

Selain itu, sambung Setiajit untuk kendaraan jenis truk pengangkut bahan produksi semen yang bukan haknya agar tidak mengisi bahan bakar Solar bersubsidi. “Kami sering kali dapat masukan bahwa, masih banyak terdapat truk pengangkut tersebut mengisi bahan bakar solar subsidi. Maka, kita tidak memperbolehkan, sehingga ketentuan prosedural BBM bersubsidi hanya bagi kendaraan umum sejenis angkot, serta ini harus diterapkan,” pesannya.

Reporter M Fauzi
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date