Harga Ayam Anjlok, Peternak Mandiri Gulung Tikar

Blitar, koranmemo.com – Peternak ayam di Blitar kini tak sedikit yang gulung tikar pasalnya peternak ayam broiler ini semakin hari harganya turun drastis,bahkan jauh dari harga pasaran. Diketahui peternak ayam kini mulai beralih profesi yakni mengobral ayam hidup dengan harga hanya dikisaran Rp 8 ribu per kilogram.

Pasar ayam obralan ini dilakukan beberapa peternak ayam di Blitar tak lain juga melakukan demo tunggal. Karena beberapa tulisan di kardus, sengaja dipajang di pinggiran dagangan. Di antaranya bertuliskan; “Omah Lan Bojo Amblas Mergo Pitek” (Rumah dan istri hilang karena ayam) dan “Save Peternak Mblitar”.

Seperti yang diketahui di Desa Bangsri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Mustofa, dlpeternak ayam bukan mitra ini nekat mengobral ayamnya dengan sedikit mengeluh kesahnya kepada masyarakat dengan cara obral ayam.

“Udah gak bisa ngomong lagi, Harga sudah hancur sehancur-hancurnya. Bayangkan saja saat ini per kilo Rp 8 ribu/kg. Padahal di pasar masih di atas Rp 20 ribu/kg. Habislah semua usaha saya ini, ” terangnya, Selasa (25/06).

Disampaikan jika anjloknya harga ayam disebabkan karena permainan bandar besar. Kalau kemitraan tidak ada masalah tapi kalau peternah mandiri pasti gulung tikar.

“Kalau kemitraan tak jadi masalah. Karena bibit ayam, pakan, obat semua disediakan. Yang kasihan teman-teman peternak mandiri ini.

Harga kuthuk (Bibit ayamnya) saja sudah Rp 6.500 per ekor, belum lagi harga pakan,” ujarnya.

Dirinya hanya bisa berharap agar harga ayam bisa naik lagi, biar bisa menghidupi keluarga. Disampaikan jika selama sepekan terakhir ini dirinya telah mengobral ayam hidup sekitar 1000 ekor. Sedangkan ternak ayamnya cuma 1800 ekor.

” Tak tahu lagi mau kerja apa mas, usaha yang dirintis 2 tahun ini harus lenyap begitu saja karena harga ayam turun, ” imbuhnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date