Hanya Mampu Cukupi 32 Persen Kebutuhan Beras Kota Kediri

Kediri, Koran Memo – Penyediaan beras untuk konsumsi warga Kota Kediri jauh dari cukup. Sampai saat ini baru 32 persen dari total kebutuhan beras masyarakat yang bisa dipenuhi dari produksi pertanian Kota Kediri. Untuk menutup kebutuhan itu masih bergantung pada pasokan beras dari luar kota. Terbatasnya lahan tanam padi dianggap menjadi salah satu penyebab rendahnya produksi beras.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kota Kediri, Sabila Rasjad Rasjid mengatakan untuk Kota Kediri sendiri memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, khususnya beras. Itu lantaran wilayah Kota Kediri sudah sangat kesulitan untuk kembali menambah luas lahan pertanian.

Di Kota Kediri sendiri, saat ini ada sekitar 2.000 hektare lahan yang menghasilkan beras rata-rata sekitar 6 ton per hektare. Sedangkan kebutuhan beras untuk setiap orang per tahun diperkirakan sebesar 89,4 kilogram. Dikalikan jumlah penduduk di Kota Kediri yang berjumlah sekitar 279.038 jiwa, berarti kebutuhan beras per tahun mencapai 24.945 ribu ton.

Solusi untuk mengatasi kekurangan pasokan beras itu sendiri hanya bisa dilakukan dengan memaksimalkan lahan pertanian yang ada selain tentunya bergantung pada pasokan dari daerah di sekitar Kota Kediri. “Saat ini untuk beras, kita hanya bisa memenuhi 32 persen dari kebutuhan seluruh warga Kota Kediri. Karena lahan pertanian yang semakin sedikit. Solusinya hanya bagaimana meningkatkan produktivitas dari lahan yang ada saat ini,” ujarnya kemarin.

Sabila menambahkan, untuk meningkatkan produktivitas pertanian, harus ada juga dukungan dari masyarakat. Sayangnya saat ini pekerjaan di bidang pertanian kurang diminati sehingga sumber daya manusia pelaku pertanian sangat sedikit.

Oleh karenanya, kedepan memang sudah ada rencana bagaimana cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap dunia pertanian. Yakni dengan mulai memberikan pengajaran kepada anak usia dini sekaligus merencanakan pendirian sekolah menengah kejuruan khusus pertanian. “Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, perlu adanya tenaga-tenaga unggul. Masyarakat memang sekarang cenderung tidak menyukai dunia pertanian. Oleh karenanya, kita akan merencanakan kedepannya ada sekolah menengah kejuruan pertanian,” imbuhnya.

Sabila mengatakan, Pemkot Kediri melalui Kantor Ketahanan Pangan dalam waktu dekat juga akan memprogramkan pemberian pendidikan pertanian kepada anak-anak usia dini. Yakni memberikan pengenalan tentang dunia pertanian sehingga muncul kecintaan mereka dan kelak dapat menjadi solusi dari terus berkurangnya lahan pertanian khususnya di Kota Kediri.(kur)

Follow Untuk Berita Up to Date