Hamilton Akan Memenangkan Kompetisi Formula 1 untuk Black Lives Matter

Share this :

Wina, koranmemo.com – Pembalap Formula 1, Lewis Hamilton akan berusaha keras untuk memenangkan kompetisi musim ini untuk mendukung gerakan anti rasisme, Black Lives Matter (BLM). Seiring dengan hal itu, dia juga menyerukan agar keragaman di dunia olahraga bisa semakin meningkat.

“Memenangkan gelar tahun ini akan berarti lebih dari sebelumnya, karena saat ini adalah tahun yang sangat penting. Secara pribadi, ini merupakan dukungan untuk gerakan BLM dan juga untuk keadilan. Meski kondisi itu tidak akan berubah di zaman kita atau generasi kita, tapi hal ini dilakukan untuk anak-anak kita dan itu sangat penting. Jadi memenangkan gelar dunia dalam periode ini akan menjadi sangat penting,” kata Hamilton dikutip dari The Guardian, Jumat (3/7).

Menurut Hamilton, meski belum membaik secara signifikan dia sudah cukup senang atas kesadaran penyelenggara Formula 1 atas permasalahan ini. Namun dia berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan hingga keadilan dan kesetaraan benar-benar tercapai.

“Ini adalah titik awal, saya tidak akan berhenti sampai kita benar-benar melihat perubahan. Penambahan satu orang berkulit hitam ke paddock bukanlah keberagaman,” katanya.

Sebalumnya, Hamilton juga ikut menghadiri aksi unjuk rasa BLM di London yang dipicu oleh kematian seorang berkulit hitam di Amerika Serikat. Dia juga telah membuat kesepakatan dengan Royal Academy of Engineering untuk melibatkan orang-orang kulit hitam. Sehingga mereka nantinya bisa memiliki kualitas untuk memasuki balap motor dan menjadi teknisi.

Seiring dengan upaya Hamilton dalam menyerukan kesetaraan ras, musim ini Hamilton juga akan bertanding dengan mobil yang berwarna hitam dengan membawa pesan ‘End Racism’. Rekan setimnya, Valtteri Bottas juga akan menggunakan warna mobil yang sama dengan Hamilton, biasanya mobil tim mereka berwarna perak.

Mercedes, tim Hamilton juga telah memulai program untuk mendukung kesetaraan ras. Hal itu dilakukan setelah mengungkapkan data yang menunjukan, dari 1.000 tenaga kerja mereka hanya ada 3 persen yang berasal dari minoritas.

Lebih lanjut, Hamilton menegaskan, perubahan yang terjadi saat ini hanyalah awal dan harus memiliki keberlanjutan. “Tindakan ini tidak cukup hanya dilakukan untuk meredam gerakan yang membesar, lalu kembali seperti yang lalu. Ini harus berlanjut, bukan berarti orang berkulit hitam memiliki hak istimewa untuk memanfaatkan keadaan saat ini,” katanya.

“Ini adalah sesuatu yang harus kita perhatikan dan industri harus tetap menjadi prioritas, kita semua harus bersatu. Masing-masing dari kita memiliki kekuatan dan jika kita menyatukan hal itu kita dapat memberikan dampak besar,” tambahnya.

Reporter: Ahmad Bayu Giandika

Editor: Della Cahaya