Hamili WIL, Maniak PS Dijerat Pasal Berlapis

Tersangka ditahan di Mapolres Kediri (agung/memo)
Tersangka ditahan di Mapolres Kediri (agung/memo)

Kediri, Memo-Gara-gara menghamili wanita idaman lain (WIL) Eko Prasetyo (23) warga Dusun / Desa Sukoharjo Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri.Selasa (18/11) sekitar pukul 20.00 WIB dibekuk anggota buru sergap Satreskrim Polres Kediri di salah satu lokasi play station (PS) di Desa Sukoharjo.

Bapak satu anak yang berprofesi sebagai tukang sound system itu ditangkap lantaran menghamili Bunga (14) bukan nama sebenarnya, siswi kelas IX salah satu SMP Negeri di Kabupaten Kediri, asal Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, yang diakui sebagai kekasih. Akibat dari perbuatanya itu pelaku bakal dijerat pasal berlapis tentang perlindungan anak.

Informasi yang berhasil dihimpun KoranMemo, peristiwa ini bermula dari perkenalan antara pelaku dan korban pada akhir Februari lalu. Ketika itu, pria yang berprofesi sebagai tukang sound system ini sedang bertugas menjaga sound system yang disewa salah satu keluarga korban yang sedang memiliki hajat pernikahan

Dari perkenalan itu, keduanya saling tukar nomor hape dan mereka menjadi sering menjalin komunikasi. Singkat kata, keduanya akhirnya menjalin hubungan. Ketika berpacaran sejak Maret lalu, pelaku kerap mengajak korban main ke rumah kosong tempat penyimpanan peralatan sound system di Desa padangan Kecamatan Kayen Kidul, setiap hari Minggu

Saat itulah, pelaku merayu korban untuk diajak melakukan hubungan suami istri. Bahkan ketika korban menolak, tersangka terus melancarkan rayuan dengan perkataan jika korban memang benar-benar sayang, maka dia harus mau melakukan hubungan tersebut.

Ketika itu, korban belum mengetahui jika pelaku telah memiliki anak dan istri. Karena terus menerus dirayu, akhirnya korban terbuai dan hubungan terlarangpun akhirnya terjadi. Sejak kejadian itu, korban semakin sering diajak pelaku melakukan hubungan suami istri di tempat yang sama, setiap hari minggu. Perbuatan tersebut terus berulang hingga 13 kali

Saking seringnya, akhirnya korban diketahui terlambat datang bulan dan saat dites menggunakan alat uji kehamilan, korban diketahui hamil. Panik dengan kondisinya yang berbadan dua, korban meminta pertanggung jawaban kekasihnya itu.

Sejak kehamilan kekasihnya itulah pelaku mulai bingung. Dia juga mulai mengaku jika telah memiliki anak dan istri. Untuk meyakinkan jika dia telah berkeluarga, tersangka pernah mengajak korban ke rumah neneknya. Disitu sang nenek juga mengatakan kepada korban jika Eko telah berkeluarga.

Namun semua sudah terlanjur terjadi. Sejak saat itu korban terus meminta pelaku agar bertanggung jawab. Sejak itu pula tersangka mulai berusaha menghindar. Lambat laun perubahan fisik korban yang semakin gemuk, membuat pihak keluarga curiga.

Orang tuanya terus mendesak agar korban bercerita tentang apa yang terjadi. Korban lantas mengakui semuanya jika dirinya telah dihamili kekasihnya itu. Pihak keluarga tidak terima dan akhirnya memutuskan membawa masalah ini ke jalur hukum, dengan melapor ke unit PPA Satreskrim Polres Kediri, pada Rabu (5/11).

Pasca dilaporkan, upaya mediasi juga pernah dilakukan, meminta pelaku bertanggungjawab. Bukannya bertanggung jawab, pelaku malah terus menghindar. Puncak kekesalan korban terjadi saat pelaku ketika berkomunikasi dengan korban melalui akun facebook, meragukan jika janin yang dikandung korban adalah anaknya.

Sejak itu korban mengadu pihak keluarga dan meminta kasus ini dilanjutkan. Saat itu juga polisi mengejar tukang sound system tersebut. Salah satu anggota polisi yang mengetahui kebiasaan pelaku bermain PS disalah satu tempat, menyaru sebagai pemain. Begitu mengetahui kedatangan pelaku dan bermain PS, anggota polisi yang lain langsung melakukan penangkapan.

Selanjutnya bapak satu ini dibawa ke ruang pemeriksaan unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Kepada polisi pelaku mengaku nekat merayu korban, lantaran tertarik dengan penampilan fisik korban. Sejak itu dia berhasil menjalin kasih dan melakukan semua perbuatan tersebut.

Namun tersangka mengelak dituduh meghindar dari tanggung jawab. Menurutnya saat ini dia masih mengurus perceraian dengan istri yang telah memberinya satu anak tersebut. Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Indono Heroe Joedo, dikonfirmasi tentang kasus ini menyebutkan jika tersangka usai diperiksa langsung di tahanan Mapolres Kediri .

“Tersangka terbukti bersalah dan dijerat dengan pasal 81, 82 Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 tentang persetubuhan dengan anak dibawah umur, yang ancamannya adalah pidana penjara maksimal selama 15 tahun,” terang AKP Joedo. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date