Hamil 8 Bulan, Pengedar Sabu di Nganjuk Tidak Ditahan

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Satresnarkoba Polres Nganjuk kembali menggelar rilis akhir bulan, Jumat (28/2/2020). Sedikitnya 14 tersangka dipamerkan dalam konferensi pers ini. Satu tersangka dipulangkan (tidak ditahan) lantaran hamil 8 bulan.

“Satu tersangka pengedar sabu atas nama Lisa tidak kami tahan karena akan melahirkan. Namun proses hukum terus berlanjut,” ujar Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto, didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Pujo Santoso.

Handono menjelaskan, tersangka Meliana Elisabeth Georgia alias Lisa (27) warga Desa Nglawak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, merupakan pengembangan dari tersangka Aditya Ari Novianto (20) warga Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo.

“Sabu yang diisap Aditya ini dibeli dari Lisa. Mereka berdua sempat bareng-bareng mengisap sabu sebelum tertangkap. Namun Aditya tertangkap duluan,” imbuh mantan penyidik KPK ini.

Handono mengatakan, selama bulan Februari 2020, Tim Rajawali 19 telah mengungkap kasus salah guna narkoba sebanyak 14 laporan polisi. Terdiri dari 6 perkara narkotika dengan 6 tersangka, dan 8 perkara okerbaya dengan 9 tersangka

“Total barang bukti yang diamankan, sabu berat kotor 6,17 gram, okerbaya sebanyak 83.144 butir, uang tunai Rp 2.110.000, dan 14 buah ponsel,” beber Kapolres Nganjuk.

Sedangkan tersangkanya, Didik Purwanto (41) sopir warga Desa Gondangwetan Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk, Hadi Suprayitno (32) warga Desa Randegansari Kecamatan DriyorejoKab Kabupaten Gresik, dan Saiful (36) warga Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Selanjutnya, Ari Eka Putra (25) warga Desa Pisang Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, Aditya Ari Novianto (20) warga Desa Suwaluh Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo, dan Meliana Elisabeth Georgia alias Lisa (27) warga Dusun Mentaos Desa Nglawak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk.

“Para tersangka mendapatkan sabu dari para pengedar dari luar Nganjuk, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan juga Lapas Porong, untuk diedarkan pada pengguna di wilayah Kabupaten Nganjuk dengan harga 1 paket hemat sabu Rp 400 ribu. Sedangkan harga 1 gram sabu Rp 1,4 juta hingga Rp 1,8 juta,” ungkap Handono.

Sementara tersangka okerbaya, Ringga Adi Antoro (20) warga Desa Lumpangkuwik Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk, serta Johan Susanto (23), dan M. Mahmudi (27), keduanya warga Desa Sugihwaras Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

Kemudian Asep Setyawan (31) warga Kelurahan Kartoharjo Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, Yoga Nugroho (27) warga Desa Gejagan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Agus Rianto (36), Wagimin (36), dan Khoirul Basry (24) ketiganya warga Desa Kemlokolegi Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk, serta Tedi Gian Nugraha (21) warga Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk.

“Sasaran dari para tersangka, semua kalangan baik pelajar, pemuda, pekerja dengan harga per satu kit atau 4 butir pil dobel L sebesar Rp 10 ribu. Para pengedar mendapatkan okerbaya jenis dobel L ini dari wilayah luar Nganjuk,” pungkas Handono.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu