Hama Ulat Serang  Warkop di Nganjuk, Pengunjung Resah

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Ratusan ulat yang bergelantungan di pohon jati di pinggir Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan kantor Polres Nganjuk, menyerang warung selatan jalan. Ulat-ulat ini menempel di dinding kayu pada warung tersebut.

“Sudah dua hari ini. Kayaknya ulat-ulat itu mencari tempat yang dingin untuk berubah jadi kepompong,” ujar Yaya Mariatun, salah satu pelayan warung, Selasa (24/12/2019).

Dengan adanya ratusan ulat ini, kata Yaya, membuat pengunjung warung bergidik. Beruntung ada ruang kosong di belakang warung sehingga bisa dimanfaatkan untuk ngopi para pengunjung warung. “Pengunjung pilih ngopi di belakang,” imbuhnya.

Ketika ditanya mengapa ulat ini tidak dibasmi, Yaya mengatakan jika setelah berubah jadi kepompong, orang-orang tidak akan bergidik dan resah lagi. Lagi pula ulat jati ini tidak menimbulkan gatal di kulit. “Kepompong ulat jati ini, enak lo dimasak. Banyak proteinnya,” jelasnya.

Sementara itu, Agus Santoso staf Humas Polres Nganjuk yang kebetulan ngopi di warung depan mapolres mengatakan, proses ulat jati yang akan berubah menjadi kepompong ini juga merupakan pertanda bahwa hujan akan jarang turun.

“Kejadian jarang turun hujan ini sudah seperti tanda-tanda alam yang ditunjukkan oleh Tuhan melalui kepompong ulat jati,” ujarnya.

Menurutnya, ketika hujan pertama datang, ulat-ulat seperti mendapat minum dan dengan lahapnya memakan daun jati. Binatang ini kemudian menjadi gemuk dan mengalami metamorfosis berubah menjadi kepompong.

“Inilah bukti keadilan Tuhan, kepompong ini akan mati jika hujan deras datang, maka dari itu Tuhan menurunkan hujan dengan jarang agar kepompong bisa menjadi kupu-kupu,” urai Agus.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu