Hama Tikus Serang Tanaman, Ini Yang Dilakukan Dispertabun Kabupaten Kediri

Kediri, koranmemo.com – Tidak ingin tanaman di Kabupaten Kediri terserang hama organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti tikus, ulat grayak dan sejinisnya. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Kamis (13/2) pagi menggelar serentak gerakan pengendalian (gerdal) OPT serentak di 26 Kecamatan dan 33 desa di kabupaten Kediri.

Sementara kegiatan Gerdal OPT di Kabupaten Kediri secara simbolis dilakukan di Desa Pandantoyo Kecamatan Ngancar. Kegiatan ini diikuti seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di masing-masing Kecamatan di Kabupaten Kediri. Sedangkan di Desa Pandantoyo dihadiri Anang Widodo Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri dan forkompimca Ngancar.

Anang Widodo kepala Dispertabun Kabupaten Kediri mengatakan, Gerdal OPT ini merupakan upaya mengurangi serangan hama tikus,ulat grayak dan sejenisnya di Kabupaten Kediri. Secara umum untuk luas tanaman yang terserang hama tikus di Kabupaten Kediri 300 hektar dan tersebar di masing-masing kecamatan.

“Adapun sasaran gerdal ini adalah komoditas padi sebagai komoditas utama, tebu,jagung dan cabai. Serangan OPT harus ditindak lanjuti  diawali dengan Early Warning System (EWS) pengendalian dan cegah dini terhadap OPT di daerah sebelum gerdal. Kemudian EWS ini harus cepat ditindak lanjuti agar tidak meluas,” ujarnya.

Dijelaskan Anang,  adapun polanya memberikan racun berbentuk petasan berisi racun yang ujungnya disulut dan dimasukkan ke lubang tikus.  Petugas juga menyemprot racun ke lubang tikus, dengan semprot dan petasan racun,tikus bisa mati di dalam lubang. Perlunya pembasmian OPT untuk tikus ini karena serangannya ganas.

“Jika lengah dalam semalam saja.lahan serangan tikus bisa mencapai 60 persen dan ini sangat merugikan petani di Kabupaten Kediri. Karenanya kami mengajak PPL dan Gapoktan di daerah bersama-sama melakukan gerakan pengendalian OPT ini dengan intens. Dengan harapan pembasmian OPT bisa maksimal dan capaian hasil panen meningkat,” imbuhnya.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date