Hadir di Haul ke – 8, Mensos Kenang Makanan Favorit Gus Dur

Share this :

Jombang, koranmemo.com-Sewindu sudah Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur wafat. Akan tetapi berbagai pemikiran besar Gus Dur tetap hidup dan menjadi referensi kehidupan bangsa. Acara peringatan wafatnya Gus Dur atau haul pun digelar di pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Kecamatan Diwek, Kamis (28/12).

Puncak acara ini juga dihadiri ribuan warga serta tiga mantan menteri era Gus Dur yakni mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial RI saat ini), mantan Menteri Pertahanan sekaligus mantan Ketua MK Mahfud MD serta mantan Menko Ekuin sekaligus mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Tiga tokoh itu masing-masing memberikan testimoni pengalaman selama mendampingi Gus Dur dalam Kabinet Persatuan Nasional.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat berbagi kenangan tentang Gus Dur mengungkapkan tentang makanan favorit yang kerap disantap Gus Dur.

“Karena saya kerap menemani Gus Dur jadi cukup paham apa saja makanan dan cemilan yang menjadi kesukaan Gus Dur,” kata Khofifah dihadapan para tokoh lainnya.

Khofifah menceritakan, setiap pagi Gus Dur selalu menyantap Croissant atau yang sering disebut dengan roti bulan sabit. Kue pastry asal Perancis tersebut tidak pernah absen dari meja makan Gus Dur bersama buah melon sebagai sarapan pagi setelah jalan pagi.

“Bukan melon yang sudah matang, tapi yang masih mengkal dan agak hambar atau tidak manis. Kadang juga salak,” bebernya.

Gus Dur, lanjut Khofifah, juga sangat menyukai ayam kampung panggang. Makanan tersebut selalu hadir setiap makan malam biasanya tanpa nasi. Menurut Gus Dur, aroma bakaran ayam mampu membuat nafsu makannya bertambah.

“Gus Dur bahkan bisa menghabiskan 1 ekor ayam kampung panggang ukuran sedang sendirian, daging dekat tulang biasanya kita ikutan menghabiskan sampai tidak tersisa, bahkan kami bisa ‘berebut’ karena ‘ngalap berkah’ dari Gus Dur,” tuturnya.

Soal cemilan, menurut Khofifah, Gus Dur sangat gemar menyantap kedelai edamame rebus. “Saya biasa mengupas edamame sambil beliau bertutur tentang banyak hal. Kalau minuman tidak ada yang spesifik,” ujarnya.

Masih dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan bahwa Gus Dur telah memberikan banyak keteladanan bagi bangsa Indonesia. Ia berharap ajaran itu bisa terus digali dan diteladani.

“Utamanya tentang semangat tolerasi dan multikulturalisme yang mampu menyatukan keberagaman umat agama. Dua hal ini sangat relevan di era milenial seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.