H-10 Lebaran, Perbaikan Jalan Nasional Harus Rampung

Share this :

Trenggalek, koranmemo.comMenjelang arus mudik lebaran beberapa ruas jalan nasional di poles. Pembenahan ruas terbagi dalam beberapa spot di jalan penghubung antar kota atau kabupaten berlangsung mulai perbatasan Tulungagung-Trenggalek hingga ruas jalan di perbatasan Trenggalek-Ponorogo. Ditargetkan pembenahan jalan untuk kelancaran arus mudik rampung pada H-10 sebelum lebaran.

Nana Sudjana, Koordinator Pelaksanaan Fisik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII mengatakan, untuk memperlancar arus mudik lebaran terdapat 29 titik perbaikan mulai ruas Jalanan Nasional Jarakan Trenggalek hingga ruas Jalan Nasional di perbatasan Ponorogo. “Tapi dalam penanganan yang urgent, H-10 kita harus final ada beberapa titik,” jelasnya, Selasa (21/5).

Beberapa titik krusial yang perlu mendapatkan perhatian lebih diantaranya adalah di kilometer (KM) 15, KM 16, KM 17 dan KM 18 tepatnya di Kecamatan Tugu, serta sepanjang Jalan Nasional Soekarno Hatta Trenggalek. Beberapa titik itu diprioritaskan dari 29 titik yang akan menjadi target. “Waktu kita sampai Desember. Cuman penanganan urgent sampai H-10, kita sisa 14 persen lagi selesai,” ujarnya.

Koordinator pengerjaan fisik yang membidangi ruas Jalan Nasional Jarakan Trenggalek hingga wilayah Ponorogo itu menyebut mayoritas pembenahan jalan berupa penambahan lapisan aspal. Dengan estimasi waktu yang tersisa, dia meyakini target pembenahan jalan rampung tepat waktu. “Seperti di Nglinggis ada lima titik, tiga titik sudah selesai dan nanti malam dua titik juga selesai. Besok dua hari lagi sudah selesai,” pungkasnya.

Senada diungkapkan Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S melalui Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Suprihanto saat meninjau proses perbaikan Jalan Nasional Soekarno-Hatta Trenggalek. Dia menyebut telah memetakan beberapa titik yang dianggap rawan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pemudik. “Seperti zona rawan longsor,” ujarnya.

Selain memasang papan imbauan dan rambu di zona rawan longsor, nantinya pihaknya juga akan menyiagakan alat berat di wilayah rawan longsor, seperti di titik KM 16. Keberadaan alat berat itu untuk proses evakuasi jika terjadi longsor sehingga meminimalisir melumpuhnya arus lalu lintas. “Mungkin H-7 sudah kami tempatkan di sana,” katanya.

Berdasarkan pemetaan yang sebelumnya dilakukan, tidak ada kendala cukup berarti yang menghambat arus mudik lebaran. Mayoritas hanya menunggu pengerjaan perbaikan jalan baik di wilayah pinggir maupun jalur masuk kota. Hanya saja untuk Jalur Lintas Selatan (JLS) belum dapat dilalui karena pengerjaan proyek yang belum rampung. “Sesuai kesepakatan, target perbaikan jalan rampung pada 25 Mei nanti,” jelasnya.

Ia menyebut, JLS belum layak dilalui karena belum sepenuhnya tersambung. Seperti JLS Watulimo – Tulungagung tepatnya di Desa Tasikmadu  Kecamatan Watulimo belum sepenuhnya tersambung mengingat jalur yang beraspal sekira 4,5 Km dari jarak tempuh sampai dengan perbatasan Tulungagung 12 Km.

“Sementara JLS Watulimo – Munjungan juga belum sepenuhnya tersambung mengingat jalur yang beraspal sekira 5 Km dari jarak tempuh sampai dengan Wilayah Kecamatan Munjungan 16 Km,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date