Gunakan Knalpot Brong, Motor Ditahan

Jombang, koranmemo – Pengguna sepeda motor harus berfikir dua kali jika akan memasang knalpot brong (bukan standar pabrik) untuk merayakan malam tahun baru 2017 beberapa hari mendatang. Pasalnya, polisi akan bertindak tegas. Tak hanya memberikan sanksi tilang, motor berknalpot brong juga bakal ditahan. “Penindakan terhadap pengguna knalpot brong sudah dilakukan sejak awal Operasi Lilin Semeru 2016 22 Desember lalu,” kata Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Mellysa Amalia kepada wartawan, Rabu (28/12).

Lebih lanjut Mellysa mengatakan, untuk motor berknalpot brong yang diamankan, bakal ditahan sampai perayaan tahun baru selesai. Sejauh ini pihaknya telah mengamankan 75 unit motor yang menggunakan knalpot brong yang cenderung mengeluarkan suara berisik. “Motor yang kami tahan akan dibebaskan setelah proses sidang dan perlengkapan kendaraan dikembalikan ke aslinya. Pengendara melanggar Pasal 285 Undang-undang Lalu Lintas tentang persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot,” paparnya.

Masih kata Mellysa, sebelum sanksi tegas larangan penggunaan knalpot brong diterapkan, pihaknya juga mengklaim sudah melakukan upaya pencegahan sejak dini. Antara lain dengan sosialisasi ke bengkel-bengkel knalpot dan bengkel sepeda motor yang ada di wilayah hukumnya. “Kami mengimbau agar pemilik bengkel tak melayani pemasangan knalpot brong dan modifikasi lainnya yang membahayakan maupun menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” tandasnya.

Sementara, Steven (26) salah satu pengendara yang terjaring razia polisi di Pos Kota Jalan Wahid Hasyim Jombang, mengaku kaget dengan penindakan yang dilakukan petugas Sat lantas Polres Jombang. Menurutnya, aparat kepolisian kurang melakukan sosialisasi terkait larangan penggunaan knalpot brong. “Ya menurut saya kurang sosialisai. Selain itu kenapa penindakan ini (knalpot brong) hanya pada momen-momen tertentu saja. Seperti sekarang (jelang tahun baru) maupun lebaran,” ujarnya.

Namun demikian warga Kecamatan Jombang ini mengaku siap mengganti knalpot saat akan mengambil motor setelah tahun baru mendatang. “Ya tidak apa-apalah ditahan sampai setelah tahun baru. Namanya juga salah. Tapi sekali lagi kalau bisa jangan hanya pada momen tertentu saja ini (pelarangannya),” pungkas Steven. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date