Groundbreaking Bandara Dilakukan Maret, Tampung 1,5 Juta Penumpang Per Tahun

Share this :

Kediri, koranmemo.comBandara Kediri dipastikan akan mulai dibangun pada Maret tahun ini dan akan selesai tiga tahun setelahnya. Dampak kehadiran bandara kelas internasional itu diperkirakan sekitar 1,5 juta penumpang per tahun menambah beban kepadatan warga Kediri terlebih, bandara itu akan digunakan sebagai pemberangkatan umroh warga Jawa Timur.

Direktur PT Surya Dhoho Investama, Susanto dalam acara Kediri infrastruktur diskusion di ruang warung Up Normal Kota Kediri, Kamis (10/1), menjelaskan kebutuhan lahan untuk pembangunan Bandara tinggal 75 hektar dari total kebutuhan lahan 364 hektar. Kekurangan itu tinggal menunggu waktu selesai sehingga Maret dijadwalkan pembangunan sudah bisa dimulai.

“Pembangunan dimulai Maret dan akan selesai pada tahun 2022. Nantinya akan memiliki luas runway 3.300 meter persegi dengan satu landasan pacu. Luas ini sehingga membuat pesawat jenis boeing 737 series dan Airbus 320 series bisa masuk kesini,” ujarnya.

Susanto menambahkan, dalam satu tahun akan ada penumpang tidak kurang dari 1,5 juta orang dari Bandara Kediri terlebih keberangkatan umroh se Jawa Timur akan dilakukan dari bandara tersebut. Sementara, semua perizinan Bandara di Kediri sudah selesai mulai izin prinsip kelayakan Bandar Udara Kediri hingga pendaftaran OSS Bandara Kediri.

“Bandara Kediri nantinya akan dipakai untuk keberangkatan umroh ini sesuai dengan presentasi dari Direktur Utama Angkasa Pura satu (AP1) ketika bertemu dengan kami. Mengingat Bandara Juanda sebetulnya sudah overload sehingga AP1 sebagai pengelola juanda memiliki tugas untuk membuat terminal tiga. Berarti ada tambahan satu runway tentunya investasinya sangat mahal maka mereka berfikir runway keduanya juanda itu di Kediri saja. Sehingga pelaksanaan umroh sembilan bulannya di Kediri sedangkan keberangkatan haji yang tiga bulan itu tetap di Juanda. Itu konsepnya Angkasa Pura 1 tapi nantinya tergantung kepada Kementerian perhubungan yang memiliki otoritas,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan keberadaan bandara nantinya diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Jawa Timur bagian selatan serta dapat memacu wilayah selatan Jawa Timur yang terpadu dan juga meningkatkan potensi wisata khususnya di Kediri maupun yang berada di jalur lintas selatan. Selain itu juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu