Ground Breaking Bandara Kediri Awal 2020

Kediri, koranmemo.com – Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kediri untuk mengetahui kondisi situasi perkembangan pembangunan Banda Udara (bandara) Kabupaten Kediri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Sabtu (31/8) siang,  Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Ground Breaking Bandar Udara Kediri akan dimulai awal tahun 2020. Dalam pertemuan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Grogol Kabupaten Kediri, terungkap secara umum lahan yang belum dibebaskan 20 hektare.

Luhut mengharapkan warga tidak perlu khawatir dan tidak percaya pada provokator terkait dengan pembangunan Bandara Kabupaten Kediri. Luhut menjamin dan meyakinkan masyarakat bahwa Bandara pasti jadi dan bisa memberikan pengaruh ekonomi kepada warga sekitar Bandara. Tinggal sekarang upaya memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

“Saya jamin bandara pasti jadi dan warga yang terdampak secara ekonomi dan ini bermakna besar bagi warga sekitar. Ground breaking diawal tahun 2020 dan dijadwalkan masa pembangunan selama dua tahun.

Bandara ini sifatnya internasional dan bisa menampung untuk pemberangkatan haji.  Jika ke Bandara udara Juanda makan waktu 4 jam, di Kediri dekat tak usah repot,” jelasnya.

Ditambahkan, pembangunan bandara ini oleh Presiden Joko Widodo dinyatakan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan bertaraf nasional.

Terlebih dengan banyaknya potensi wisata di Kabupaten Kediri akan semakin banyak wisatawan yang datang dengan dibangunya bandara ini.

Kofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengapresiasi adanya bandara di Kabupaten Kediri dan masyarakat harus memahami sisi positif pembangunan bandara ini. “Adanya bandara ini tentu akan menambah kesejahteraan warga karena berdampak secara ekonomi untuk tumbuhnya usaha baru dan pegawai bandara di Grogol ini,” jelasnya.

Hal yang sama disampaikan Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno yang menyampaikan terimakasih kehadiran empat menteri dan Gubernur Jawa Timur untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait adanya Bandar Udara di Kabupaten Kediri.

“Tentu kami berterimakasih kepada para Menteri dan ibu Kofipah Indar Parawansa Gubernur Jatim untuk memberikan penjelasan adanya Proyek nasional,” ujarnya.(adv)

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date