Gempa Pacitan Terasa Hingga Kediri

Share this :

peta gempaPacitan, Memo-Gempa tektonik berkekuatan 5,6 pada Scala Ricter (SR) mengguncang Pacitan dan sekitarnya. Gempa yang terjadi sekitar Senin (14/7) pukul 12.05 Wib tersebut terasa hingga Kediri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pacitan merilis, menurut info dari Badan Metereologi, lokasi gempa terjadi di 9,06 LS-111, 24 BT atau pusat gempa pada 04 Km, Tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 km dari permukaan laut.

“Gempa tersebut tidak berpotensi memunculkan tsunami,” kata Didit Maryanto, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pacitan,  Senin (14/7).

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Sebab getaran gempa yang juga terasa hingga Jogjakarta ini tidak berpotensi memunculkan gelombang tsunami.

Namun demikian, pihaknya mengingatkan kepada semua warga khususnya yang bermukim tak jauh dari kawasan pantai agar lebih waspada lagi.

“Sebab kemungkinan gempa-gempa susulan masih bisa terjadi. Namun kapan waktunya dan berapa kekuatan gempa tersebut, sejauh ini belum ada peralatan atau teknologi yang mampu menjangkaunya,” terang dia, kemarin.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara berapa bangunan yang rusak akibat gempa tersebut. “Kita masih menunggu laporan dari petugas kami yang ada dilapangan. Tetapi kalau melihat getaran gempa yang tidak terlalu besar dan berlangsung singkat, Insya Allah, tidak ada kerusakan. Baik perumahan milik warga, ataupun infrastruktur,” bebernya.

Sementara itu, suasana menegangkan sempat terjadi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Pacitan. Puluhan pasien yang tengah menjalani rawat inap, kocar-kacir keluar dari ruang-ruang perawatan begitu merasakan ada getaran gempa lumayan besar.

Beberapa diantaranya lari terbirit-birit dengan menenteng botol dan selang infus yang masih menempel ditangannya.  Suasana lebih menegangkan lagi, sempat berlangsung di ruang Intensive care unit (ICU).

Enam pasien yang terkapar tak berdaya di atas tempat tidur, hanya bisa pasrah saat gempa menggetarkan seluruh isi ruangan. Begitu juga para perawat dan dokter yang tengah berjaga. Mereka hanya bisa berserah diri sambil mengawasi dan terus menjaga pasien-pasien yang tengah berjuang antara hidup dan mati tersebut.

Direktut RSD setempat, Iman Darmawan, mengatakan, sebenarnya pihak management RSD sudah menyediakan jalur-jalur evakuasi ketika terjadi kondisi emergency.

Pada saat gempa berlangsung, Iman menyebutkan, dari 157 tempat tidur yang ada di RSD Pacitan, sebanyak 97 diantaranya telah terpakai.

“Alhamdulillah, semua masih bisa kita kendalikan. Kepanikan pasien bisa kita netralisir secepatnya. Selain itu, getaran gempa juga tidak terlalu besar dan hanya berlangsung beberapa saat saja,” pungkasnya. (yun).