Gelar Rapat Koordinasi dan Sinergi, Ini Harapan Gubernur Jawa Timur

Share this :

Surabaya, koranmemo.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Sinergi Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, di Grand City Surabaya, Kamis (09/01/2020). Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua KPK RI serta seluruh Pejabat OPD, Jajaran dan anggota DPRD Jatim, Forkopinda dan juga Pemerintah Kab/Kota di wilayah Jatim serta perwakilan dari kecamatan dan kelurahan.

Rapat diadakan untuk membangun sinergi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih akuntabel untuk percepatan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Perpres 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di daerah Jawa Timur.

Ditemui pasca acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan sangat banyak partnership untuk mendongkrak percepatan pembangunan pertumbuhan ekonomi di Jatim, baik itu dalam maupun luar negri, di tingkat lokal, regional ataupun nasional. Menurutnya, hal tersebut harus terus dimaksimalkan.”Melihat kekuatan ekonomi kita di jatim adalah backup dari perdagangan antar provinsi dan antar pulau. Sehingga kalau kita ekspor tidak semata-mata ke luar negeri, akan tetapi kita juga melakukan ekspor ke luar provinsi,” ucapnya pada awak media.

Dikatakan bahwa ada 16 provinsi yang logistiknya begitu kuat di suplai oleh Jawa Timur. Ia menyampaikan bahwa penduduk 268 juta di Indonesia adalah market yang luar biasa dan di Jatim sendiri ada 40 juta, jika ditambah dengan 16 provinsi yang lain, maka totalnya ialah 38% penduduk di Indonesia.

“Artinya bahwa kita punya potensi market yang luar biasa. Itulah kenapa saya meminta misi dagang diperkuat. Ini saya sudah membangun komunikasi dengan beberapa gubernur, misi dagang bisa dimulai paling tidak minggu ke-4 pada bulan Januari. Ini pada titik” yang kemarin belum tersentuh, karena pada tahun kemarin hanya di 5 provinsi,” ungkapnya.

Ia berharap, terkait kerja sama misi dagang tersebut, tahun ini pihaknya akan masuk di 13 provinsi. Khofifah, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur tersebut, menjelaskan bahwa pada posisi seperti ini, kebersamaaan dan pertumbuhan yang bisa lebih inklusif dari seluruh provinis jadi lebih penting.

“Saya ingin menyampaikan bahwa, pertumbuhan ekonomi di Jatim di atas rata-rata nasional, maka kita harus membangun penguatan pertumbuhan di provinsi yang lain. Daya beli masyarakat juga harus kuat di semua provinsi, jadi kita tidak bisa tumbuh sendiri,” katanya.

Menurutnya dengan market yang sudah ada di depan mata tersebut, menjadi penting untuk melakukan penguatan konsumen dari dalam negeri sendiri. Ia mengatakan jika Jatim tumbuh bagus, provinsi lain juga harus tumbuh bagus, sehingga daya beli masyarakat di masing-masing provinsi juga akan jadi potensial market yang signifikan. Baik untuk Jatim dan juga tentunya bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain penguatan partnership dalam misi dagang, percepatan pertumbuhan ekonomi juga melalui UMKM. Menurut Khofifah, UMKM di Jawa Timur merupakan kekuatan yang masif dalam sektor pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur.

Reporter: Dimas Mahendra
Editor:  Achmad Saichu