Gelar Ops Pekat, Kapolres Gresik: Penjual & Pembeli Miras Oplosan Kita Tindak Tegas 

Share this :

Gresik, koranmemo.com – Pelaksanaan Ops Pekat (operasi penyakit masyarakat) di wilayah Kota Santri patut ditegakkan dengan sasaran target antara lain, prostitusi, minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, bahan peledak (handak) dan pornografi. Selain itu, petugas yang diterjunkan ada sebanyak 75 personel, bersama jajaran polsek setempat, serta mengedepankan kesatuan kerja (Satker) Satreskrim maupun Satreskoba Polres Gresik.

“Kami melaksanakan Ops Pekat bertujuan menjaga kondusifitas di wilayah Gresik agar tercipta suasana aman dan tentram. Operasi ini berlangsung mulai tanggal 20 Maret sampai 30 Maret 2020, tentunya akan menjelang bulan Suci Ramadan agar senantiasa saling menghargai di bulan penuh berkah tersebut. Jadi, kami harap setelah pelaksanaan Ops Pekat yang berlangsung dengan Ops Ketupat nanti, maka masyarakat tidak ada yang melakukan kegiatan negatif apapun itu,” ujar Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., Selasa (24/3).Dikatakan, selama Ops Pekat masyarakat jangan sampai ada yang melanggar hukum, tetapi bilamana tetap melanggar hukum konsekuensinya akan menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. “Kami upaya melakukan pengawasan seluruhnya di wilayah Kota Pudak Gresik, maka misalnya terkait masih ada yang memperdagangkan miras sejenisnya, dan menyediakan tempat prostitusi tetap dilakukan penindakan hukum,” tandasnya.

Selanjutnya, kata Kusworo bagi penjual miras oplosan akan dikenakan sanksi pidana  sesuai ketentuan undang-undang kesehatan, karena hal itu dapat membahayakan nyawa seseorang. “Begitu pula untuk pembeli miras juga akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring),” tuturnya.

Jika ada oknum yang membackup menurut Kapolres pihaknya tidak segan-segan untuk bertindak tegas. “Pastinya akan kami tangkap, serta kalau ketahuan ada yang membeckup akan kami proses,” tandasnya.

Reporter M.Fauzi
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date