Gelapkan Uang Toko, Perempuan di Nganjuk Masuk Bui

Nganjuk, koranmemo.com – Unit II Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Nganjuk mengamankan Arswenda Eka Rianto (23) perempuan warga RT 35/RW 09 Dusun Gading Desa Sonoageng Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk.

Ini setelah dia diduga melakukan penggelapan dalam jabatan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 374 KUHP dan atau 372 KUHP. “Saat ini pelaku masih menjalani penyidikan,” ujar Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Selasa (2/6/2020).

Diungkapkan, kejadian berawal saat tersangka mulai bekerja di toko besi milik David Son Hendratia, warga Jalan Adi Sucipto 105 Kelurahan Banjaran Kecamatan/Kota Kediri, yang berada di Dusun Tawang Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, sejak 19 Oktober 2018.

“Tersangka bekerja mulai dari karyawan biasa hingga diangkat menjadi kasir di toko milik korban. Pada 17 Februari 2020, tersangka diduga menggelapkan uang toko,” urai Rony.

Uang yang diduga digelapkan itu hasil penjualan barang berupa besi yang diterima dari beberapa pembeli. Modusnya dengan cara pada form setoran yang ditulis oleh tersangka kemudian diserahkan kepada korban ditulis bahwa pembeli tersebut masih hutang.

“Jadi korban mengira masih ada tagihan uang pembayaran. Padahal sudah dibayar lunas oleh pembeli, dan uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya, sehingga korban telah dirugikan sekitar Rp 227.054.134. Akhirnya kejadian ini dilaporkan ke Polres Nganjuk,” papar Rony.

Mendapat laporan, Unit Pidum Satreskrim Polres Nganjuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya pada Jumat (29/5/2020) sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka dijemput di rumahnya dan dibawa ke Polres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti yang diamankan, 76 lembar form setoran, 2.264 lembar sales order, 102 lembar deliveri order, serta dua lembar surat kontrak kerja tersangka,” pungkas Kasubbag Humas.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu