Gelapkan Mobil, Caleg Golkar Terancam Dicoret

Blitar, koranmemo.com – Adanya penangkapan oknum calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar Kota Blitar yakni Yanuar Febrianto (26) warga Jalan Bogowonto Barat Dusun Patihan Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, oleh pihak Satreskrim Polres Blitar Kota, terancam dicoret atau dibatalkan dari daftar calon legislatif (caleg) Kota Blitar. Hal ini disampaikan Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Blitar, Mashudi.

Menurutnya, pembatalan status caleg Yanuar Febrianto oleh KPU Kota Blitar menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap. Selain itu, KPU juga menunggu surat pemberitahuan dari partai terkait kasus hukum yang menjerat caleg tersebut.

“Sampai hari ini belum ada laporan dari partai terkait masalah itu. Kami juga menunggu proses hukumnya sampai inkrah dulu,” kata Mashudi, saat ditemui di kantornya, Rabu (12/02).

Lebih lanjut Mashudi menyampaikan, sesuai mekanisme ada dua faktor yang bisa membatalkan status caleg. Yaitu, yang bersangkutan meninggal dunia dan berhalangan tetap, serta karena tersangkut kasus pidana.

“Untuk caleg yang tersangkut masalah pidana, proses pembatalannya harus menunggu kasusnya berkekuatan hukum tetap terlebih dulu. Setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap, KPU akan memproses pembatalan status caleg yang bersangkutan,” jelasnya.

Ditambahkan, pembatalan status caleg tidak mengubah surat suara saat pencoblosan berlangsung. Foto caleg yang sudah dibatalkan tetap terpasang di surat suara. Namun demikian KPU tetap menunggu proses hukumnya selesai dulu. “Kalau ada yang mencoblos caleg yang sudah dibatalkan suaranya akan masuk ke partai,” ujar Mashudi.

Diberitakan sebelumnya Yanuar Febrianto, yang juga Caleg dari Dapil III Sukorejo Kota Blitar ini diduga melakukan penipuan mobil milik Rizqi Mahendra (31), warga Kota Surabaya.

Sementara, Ketua DPD Golkar Kota Blitar, Moh Hardi Usodo mengakui kalau Yanuar merupakan Caleg dari Partai Golkar. Yanuar tercatat sebagai Caleg Partai Golkar nomor urut 4 untuk Dapil III Kecamatan Sukorejo.

Pria yang akrab dipanggil Dodok ini mengaku, sudah mendengar kabar kasus penipuan yang dilakukan Yanuar. “Saya sudah dengar kabar itu. Tapi, kami tetap memakai azas praduga tak bersalah. Selama belum ada keputusan inkrah dari pengadilan, kami juga belum bisa mengambil sikap,” tegas Dodok.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date