Gelapkan Biaya Boyong Rumah, Ditangkap

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Petugas Unit Reskrim Polsek Tarokan berhasil menangkap Siti Komariah (36) warga RT 01/RW 01 Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Kamis (21/2). Pasalnya, melakukan penipuan terhadap Paeran (50) warga Jalan Deli RT 01/RW 98 Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, dengan cara menawarkan jasa untuk membantu proses pindah rumah.

Kassubag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi mengatakan, kasus penipuan tersebut terjadi pada hari Jum’at tanggal 28 April tahun 2017. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasus serta mengumpulkan beberapa bukti serta saksi, petugas berhasil menagkap pelaku di tempat tinggalnya. “Alhamdulillah, pelaku berhasil ditangkap. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, karena pelaku memang sering berpindah – pindah tempat,” jelasnya, saat ditemui Koranmemo.com, Jumat (22/2).

Petugas, lanjut Kamsudi, menerima laporan penipuan dari Paeran pada tanggal 17 Juli 2017. Saat itu, pelapor merasa ditipu setelah membayar uang sejumlah Rp 10 juta kepada pelaku untuk biaya pindah rumah.

Sebelumnya, Paeran membeli  Katijan (53) warga Jalan Kembangsore RT 03/RW 01 Desa Banyuanyar Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Mengetahui Paeran membeli rumah, pelaku mendatangi rumahnya dan menawarkan jasa untuk mempercepat proses pindah yang akan dilakukan oleh keluarga Katijan. Dengan mengaku sebagai bendahara salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM), pelaku dan beberapa orang lainnya mengajukan jasa dengan biaya Rp 10 juta.

Tanpa ada rasa curiga, Paeran menyanggupi dan membayar biaya tersebut, dengan harapan segera dapat menempati rumah barunya tersebut. Namun, beberapa bulan menunggu, tidak ada kabar dari pelaku, bahkan Katijan masih berada di rumah tersebut dan tidak menerima uang untuk biaya pindah dari pelaku. Merasa ditipu, akhirnya Paeran melaporkan kejadian tersbut ke Polsek Tarokan.

Pelaku sempat mengelak dan tidak mengakui telah menerima uang dari Paeran. Saat petugas menunjukkan bukti kwitansi dengan jumlah yang tertera sama, serta ada tanda tangan pelaku. Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya tersebut. “Petugas sudah mengumpulkan barang bukti berupa kwitansi. Dari kwitansi tersbut, ditemukan tanda tangan yang identik dengan buku tabungan serta kartu tanda penduduk (KTP) milik pelaku,” tegasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor :   Achmad Saichu